Kesuksesan dan keberhasilan meraih keuntungan dari suatu
proyek properti sangat bergantung pada keterampilan dalam
manajemen risiko, seperti risiko yang berkaitan dengan lingkungan,
kecelakaan pada pekerja, dan kerusakan alat kerja. Ketika dampak
risiko semakin meningkat, manajemen risiko menjadi satu-satunya
alat untuk mengelolanya.
Manajemen risiko bertujuan untuk melindungi setiap orang atau
badan hukum yang terlibat di dalamnya. Dalam konteks investasi
properti, manajemen risiko dimanfaatkan untuk menghindari,
memindahkan, atau mengurangi risiko potensial yang harus
ditanggung oleh investor.
Banyak investor mampu mengelola uang, tapi kesuksesannya
diukur dengan kemampuannya mengelola risiko. Yang ideal adalah
bukan menghindari risiko, tetapi mengidentifikasi, mengelola, dan
“hidup” dengan risiko itu.
