Menurut Lukman (2021) Persediaan (inventory) adalah sejumlah material yang
disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam
keadaan siap pakai dan ditatausahakan dalam buku perusahaan.
Menurut Aryadi & Wahyuni (2019) Persediaan bahan baku merupakan faktor utama
dalam perusahaan untuk menunjang kelancaran proses produksi, baik dalam perusahaan
besar maupun kecil.
Menurut Utama dkk 2019 Tujuan utama dari adanya persediaan sendiri adalah untuk
menghilangkan pengaruh ketidakpastian (safety stock), memberi waktu luang untuk
pengelolaan produksi dan pembelian, dan mengantisipasi perubahan permintaan dan
penawaran.
Menurut Menurut Handoko (dalam Utama dkk 2019), persediaan adalah suatu istilah
umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan
sebagai anti sipasinya terhadap pemenuhan permintaan.
Menurut Ricky Virona Martono (dalam Utama dkk 2019) bahwa persediaan merupakan
semua jenis barang milik organisasi yang diolah, dikirim ke konsumen dan siap dijual
kepada konsumen.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam buku Standar Akuntansi Keuangan (dalam
Utama dkk 2019), pengertian persediaan adalah tersedia untuk dijual (dalam kegiatan
operasi normal), dalam proses produksi (dalam kegiatan usaha normal) dan dalam bentuk
bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan proses produksi atau pemberian jasa.
