Ordering System


Menurut Utama dkk (2019) Organisasi mempunyai sejumlah strategi untuk pembelian
yang efektif, tetapi pertama-tama, perusahaan harus menentukan apa yang ingin dibuat
dan apa yang ingin dibeli. Setelah menetapkan keputusan membuat atau membeli (yang
akan kita bahas secara singkat), perusahaan harus memutuskan strategi pembelian untuk
item-item yang akan dibeli.
Kebutuhan akan strategi pembelian dan penerapan strategi itu mengarah kepada
dibentuknya fungsi pembelian. Pembelian berarti perolehan barang dan jasa. Tujuan dari
kegiatan pembelian adalah:

  1. Membantu identifikasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara eksternal.
  2. Mengembangkan, mengevaluasi, dan menentukan pemasok, harga, dan pengiriman
    yang terbaik bagi barang dan jasa tersebut.
    Pembelian terjadi di lingkungan operasi maupun jasa. Di lingkungan operasi, fungsi
    pembelian biasanya dikelola oleh agen pembelian yang secara formal memegang
    wewenang untuk melaksanakan kontrak atas nama perusahaan. Di perusahaan-perusahaan
    besar, agen pembelian ini dapat merupakan staf yang juga pembeli dan ekspeditor.
    Pembelian mewakili perusahaan yang bersangkutan menjalankan semua kegiatan
    departemen pembelian kecuali penandatanganan kontrak, ekspeditor membantu membeli
    dan menindaklanjuti pembelian agar dapat dipastikan bahwa pengiriman barangnya tepat
    waktu. Di perusahaan-perusahaan manufaktur, fungsi pembelian didukung oleh
    engineeringdrawing dan spesifikasi dari produk-produk yang dibuat, dokumen-dokumen
    pengendalian mutu, dan kegiatan-kegiatan pengujian yang mengevaluasi item-item yang
    dibeli.
    Untuk item-item yang akan dibeli, perusahaan harus memutuskan strategi pembelian.
    Salah satu strategi adalah pendekatan Masyarakat Amerika tradisional, yaitu negosiasi
    dengan banyak pemasok dan mempermainkan satu pemasok dengan yang lainnya.
    Strategi yang kedua adalah mengembangkan hubungan jangka panjang, bersekutu dengan
    beberapa pemasok yang akan bekerja sama dengan pembeli untuk memuaskan konsumen
    akhir. Strategi yang ketiga adalah integrasi vertikal, dimana perusahaan dapat
    memutuskan untuk menggunakan integrasi vertikal ke belakang dengan membeli
    pemasoknya. Variasi keempat adalah kombinasi beberapa pemasok dan integrasi vertical
    yang dikenal dengan sebutan “keiretsu“. Pada metode keiretsu, pemasok menjadi bagian
    koalisi perusahaan. Terakhir, strategi kelima adalah mengembangkan perusahaan-
    perusahaan maya yang menggunakan pemasok dengan dasar “pada saat dibutuhkan”.
    Utama dkk (2019) juga mengungkapkan teknik-teknik pembelian yang dapat
    dilakukan sebagai berikut :
  3. Blanket orders
    Blanket orders adalah pesanan yang tidak dapat dipenuhi penjual. Blanket orders adalah
    suatu kontrak untuk membeli item tertentu dari penjual, bukan merupakan pengesahan
    agar sesuatu dikirim. Pengiriman dilakukan hanya berdasarkan diterimanya dokumen
    persetujuan, mungkin rekuisisi pengiriman, atau perintah pengiriman.
  4. Pembelian tanpa faktur
    Pembelian tanpa faktur merupakan bagian dari hubungan pemasok-pembeli yang baik.
    Di lingkungan pembelian tanpa faktur, biasanya ada satu pemasok untuk semua unit dari
    produk tertentu.
  5. Pemesanan elektronik dan transfer dana
    Pemesanan elektronik dan transfer dana mengurangi transaksi dengan kertas. Transaksi
    dengan kertas mencakup pesanan pembelian, perintah pembelian, tanda terima, kuasa
    pembayaran faktur (yang dicocokan dengan laporan penerimaan yang telahdisetujui), dan
    terakhir pembuatan cek. Departemen pembelian dapat mengurangi tumpukan perkerjaan
    ini dengan pemesanan elektronik, penerimaan semua komponen dalam keadaan 100%
    baik dan transfer dana elektronik untuk pembayaran sejumlah yang diterima. Pemesanan
    elektronik tidak hanya mengurangi pekerjaan laporan, tetapi juga mempercepat siklus
    pemerolehan bahan baku yang dulunya sangatlah panjang.
  6. Pembelian tanpa stok
    Istilah pembelian tanpa stok telah berkembang sedemikian rupa sehingga istilah ini
    berarti bahwa pemasok menjaga persedian untuk pembeli. Bila pemasok ini dapat menjaga
    stok persedian untuk berbagai konsumen yang menggunakan produk yang sama atau yang
    perbedaan antara masing-masing tidak terlalu banyak