Menurut Lukman (2021) Dalam manajemen rantai pasokan (Supply Chain
Management), prosesnya dibagi menjadi tiga macam tanggungjawab, diantaranya:
a. Arus Material
Arus material ini melibatkan pergerakan produk mentah dari suplier ke konsumen
dan juga dari konsumen yang dikembalikan atau retur produk, layanan, daur ulang
dan pembuangan.
b. Arus Informasi
Arus informasi ini berisi tentang prediksi permintaan, informasi perpindahan
barang, dan juga peng-update-an status barang apakah sudah terkirim atau belum.
c. Arus Finansial
Arus finansial berisi pembayaran, alur perkreditan, penjadwalan pembayaran
hingga persetujuan kepemilikan. Alur informasi yang akurat dan bergerak dengan
mudah di antara mata rantai, serta pergerakan barang yang efektif dan efisien
menjadi faktor kunci keberhasilan dalam manajemen rantai pasokan. Menurut
pendapat Indrajit dan Djokopranoto, ada beberapa pelaku yang ada pada rantai
pasokan, diantaranya supplier, manufacturer, distributor / wholesaler, retail
outlets, customers
Supply Chain Management berupaya mengendalikan atau menghubungkan produksi,
pengiriman, dan distribusi suatu produk secara terpusat. Dengan mengelola rantai
pasokan, perusahaan dapat memotong biaya berlebih dan mengirimkan produk ke tangan
konsumen lebih cepat. Hal ini dilakukan dengan cara menjaga control yang lebih ketat
atas inventaris internal, produksi internal, distribusi, penjualan, dan inventaris vendor
perusahaan. Supply Chain Management didasarkan pada gagasan bahwa hampir setiap
produk yang datang ke pasar dihasilkan dari upaya berbagai organisasi yang membentuk
rantai pasokan.
