Menurut Lambert dalam Purwaningtyas dkk (2022) Supply Chain Management (SCM)
merupakan integrasi atas proses-proses bisnis dari pengguna akhir melalui pemasok awal
yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi
pelanggan.
Menurut Handfield (1999) dalam Purwaningtyas dkk (2022) Supply Chain
Management (SCM) merupakan integrasi atas kegiatan-kegiatan dalam suatu rantai pasok
dengan hubungan yang diperbaiki, untuk mencapai suatu keunggulan bersaing yang
berkelanjutan.
Menurut Chopra & Meindl (2001) dalam Purwaningtyas dkk (2022) Supply Chain
Management (SCM) mencakup manajemen atas aliran-aliran di antara tingkatan dalam
suatu rantai pasok untuk memaksimumkan keuntungan total.
Menurut J. A. O’Brien dalam Lukman (2021), Manajemen rantai pasokan atau Supply
Chain Management SCM adalah sistem antar perusahaan lintas fungsi, yang
menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung, serta mengelola
berbagai hubungan antara beberapa proses bisnis utama perusahaan dan dengan pemasok,
pelanggan, dan para mitra bisnis. Manajemen rantai pasokan atau Supply Chain
Management merupakan manajemen aliran barang dan jasa dan mencakup semua proses
yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi.
Menurut James A &Mona J. Fitzsimmons dalam Lukman (2021), pengertian Supply
Chain Management adalah sebuah sistem pendekatan total untuk dapat mengantarkan
produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi di dalam
mengkoordinasikan seluruh elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer.
Menurut Chase, Aquilano, dan Jacob dalam Lukman (2021), pengertian Supply Chain
Management (SCM) adalah sebuah sistem untuk dapat menerapkan pendekatan secara
total didalam mengelola seluruh aliran informasi, bahan, serta juga jasa dari bahan baku
dengan melalui pabrik serta gudang hingga ke konsumen akhir.
Menurut Russell dan Taylor dalam Lukman (2021), pengertian Supply Chain
Management (SCM) adalah sebuah proses mengelola arus informasi, produk serta
pelayanan di seluruh jaringan baik pelanggan, Perusahaan hingga pemasok.
Menurut Stevenson dalam Lukman (2021), definisi Supply Chain Management (SCM)
adalah suatu koordinasi strategis dari rantai pasokan dengan tujuanuntuk dapat
mengintegrasikan manajemen penawaranserta permintaan.
Menurut Robert, Gail, dan Lund dalam Lukman (2021), pengertian Supply Chain
Management (SCM) adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang terlibat didalam
menghantarkan produk dari bahan baku dengan melalui pelanggan termasuk sumber
bahan baku sertasuku cadang, manufaktur dan juga perakitan, pergudangan serta
pelacakan inventaris, pesanan yang masuk dan juga manajemen pesanan, distribusi di
seluruh saluran, pengiriman ke pelanggan, dan juga sistem informasi yang diperlukan
untuk memantau seluruh kegiatan.
Menurut Heizer dan Rander dalam Lukman (2021), Supply Chain Management adalah
suatu kegiatan pengelolaan berbagai kegiatan atau aktivitas dalam rangka mendapatkan
bahan mentah menjadi barang setengah jadi serta juga barang jadi, setelah itu
mengirimkan produk tersebut ke konsumen dengan melalui sistem distribusi.
Levidalam Lukman (2021), mendefinisikan Supply Chain Management (Manajemen
Rantai Pasokan) sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai
pengintegrasian yang efisien dari supplier, manufacturer, distributor, retailer, dan
customer. Artinya barang diproduksi dalam jumlah yang tepat, pada saat yang tepat, dan
pada tempat yang tepat dengan tujuan mencapai suatu biaya dari sistem secara
keseluruhan yang minimum dan juga mencapai service level yang diinginkan
