Strategi supply chain management diperlukan untuk membantu pencapaian
tujuan perusahaan yang diiginkan dalam strategi perusahaan. Inovasi terhadap
pendekatan–pendekatan strategi supply chain management akan membuat
perusahaaan dapat unggul dalam bersaing. Perencanaan strategi supply chain
management diperlukan beberapa sumber–sumber pengambilan keputusan. Suatu
perspektif strategi untuk sumber dari dalam dan dari luar perusahaan bertujuan
agar mampu bersaing berdasarkan differensiaasi produk atau fokus. Unsur –
unsur pembuatan strategi supply chain management menurut Sisilan dan Satir
dalam Siagian (2005:20) terdiri dari faktor primer (keunggulan bersaing,
fleksibilitas permintaan) dan faktor sekunder (kapabilitas proses, batas waktu
proses, dan risiko strategi):
a. Faktor Primer
- Keunggulan Bersaing
Secara umum keunggulan bersaing dapat diperoleh melalui diferensiasi
produk, kepeloporan biaya (berusaha meminimalisasi biaya tanpa
mengurangi nilai dan kualitas produk), respon yang cepat dimana ditandai
dengan sifat fleksibel, reliabel, dan cepat tanggap terhadap perubahan-
perubahan. - Fleksibilitas Permintaan
Fleksibilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu produk itu sendiri,
campuran produk, volume, dan tipe pengantaran. Pengukuran dan
fleksibilitas dapat dilihat dari ketepatan pengantaran dan peramalan
permintaan yang tepat.
b. Faktor Sekunder - Kapabilitas proses
Faktor kapabilitas berkaitan dengan sejauh mana perusahaan dapat
menjalankan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan dan sangat tergantung
pada tipe kegiatan. - Kematangan proses
Faktor kematangan proses sangat berkaitan dengan tingkat kinerja proses,
bagaimana proses ini dapat tanggap dan memenuhi penawaran pasar. - Risiko strategi
Risiko strategi mencakup penyebaran risiko, yaitu risiko yang diterima
perusahaan akibat adanya kebocoran informasi tentang produk dan
layanannya, baik itu yang diterima atau diberikan pemasok, sehingga
pesaing dapat mengetahui strategi-strategi perusahaan.
Strategi operasional dalam supply chain management lebih dikenal dengan
strategi supply chain. Strategi ini didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan dan
aksi strategis di sepanjang supply chain yang menciptakan rekonsiliasi antara apa
yang dibutuhkan pelanggan akhir dengan kemampuan sumber daya yang ada
pada supply chain, Pujawan dalam Anatan dan Ellitan (2008:65). Strategi supply
chain mengarah pada perencanaan jangka panjang untuk menciptakan produk
yang murah, berkualitas, tepat waktu, bervariasi, dan mendukung supply chain
untuk mencapai tujuan–tujuan strategis yang telah ditetapkan. Tujuan dapat
dicapai dengan cara perusahaan harus harus memiliki kemampuan untuk
beroperasi secara efisien, menciptakan kualitas produk yang tinggi, respon cepat
terhadap kebutuhan konsumen, fleksibel, dan inovatif dalam merespon perubahan
yang terjadi dalam perusahaan.
