Interaksi antara Total Quality Management dengan Sistem Reward
terhadap Kinerja Manajerial


Perusahaan mempunyai tujuan untuk menghasilkan produk yang
berkualitas. Banyak perusahaan menyadari bahwa mutu pelayanan yang luar biasa
dapat memberikan keunggulan bersaing yang kuat kepada mereka serta
menghasilkan penjualan dan laba yang tinggi. Kepuasan pelanggan (customer
satisfaction) yang tercapai ditandai dengan berkurangnya keluhan dari para
pelanggan sehingga menunjukkan performance yang meningkat (Putro, 2010).
Untuk mencapai usaha memaksimumkan daya saing organisasi maka perusahaan
perlu menerapkan suatu teknik Total Quality Management (TQM). Karena dengan
adanya TQM yang merupakan suatu sistem, yang melakukan perbaikan secara
terus menerus dan tetap konsisten baik dalam melayani pelanggan, maka
diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kinerja manajerial yaitu
perbaikan kinerja manajerial dari perusahaan yang menerapkannya. Selain itu
kinerja yang baik dapat menekan biaya agar lebih ekonomis, karena dengan tujuan
TQM yang terus menerus mengasah kualitas tersebut dapat mencegah banyaknya
kecacatan, penghilangan kerugian antara pelanggan, pemasok atau karyawan
(Angelina, 2012:4).
Sim dan Killough (2001) menyatakan bahwa kinerja yang tinggi dapat
dicapai jika praktik Total Quality Management (TQM) digunakan bersama-sama
dengan program kerja yang digunakan sebagai dasar pemberian insentif atau
performance – contingent insentive plans. Sedangkan Ichinowski et al, 1997
(dikutip dalam Suprantiningrum dan Zulaikha 2003) menyatakan bahwa kinerja
yang tinggi pada dasarnya tergantung pada program pemberian reward jika
dihubungkan dengan pekerjaan yang mendukung, meliputi penilaian kerja,
informasi yang merata, dan keamanan kerja. Hal ini menunjukkan suatu pengaruh
total quality management dengan menggunakan reward terhadap kinerja, dengan
demikian pemberian penghargaan merupakan pemotivasi yang lebih kuat bagi
karyawan untuk meningkatkan kinerjanya