Hubungan sistem Rewards terhadap Kinerja Manajerial


Sistem penghargaan menurut (Kurnianingsih 2000) adalah pemberian
kompensasi kepada para manajer yang terdiri atas pembayaran tetap saja dan
pembayaran tetap ditambah variabel yang jumlahnya ditentukan berdasarkan
kinerja manajer (performance contingent reward). Sistem penghargaan pada
dasarnya adalah usaha untuk menumbuhkan perasaan diterima atau diakui di
lingkungan kerja, yang menyentuh aspek kompensasi dalam bentuk financial dan
aspek hubungan antara karyawan satu dengan lainnya. Didalamnya termasuk juga
perasaan senang, puas, dan bergairah secara fisik, sosial, kesehatan mental,
mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh simbol status yang
dinilai berharga oleh individu. (Nawawi 2008).
Menurut Porter-Lawler dalam Mulyadi (2007) usaha seorang manajer
untuk berprestasi ditentukan oleh dua faktor yaitu keyakinan manajer terhadap
kemungkinan kinerja mendatangkan reward dan nilai reward (penghargaan). Jika
seorang manajer berkeyakinan bahwa kinerja mempunyai kemungkinan yang
tinggi untuk diberi reward, maka hal ini akan mempertinggi usahanya.
Sebaliknya, jika kinerja mempunyai kemungkinan kecil untuk mendapatkan
reward, maka hal ini akan menurunkan usaha seseorang untuk berprestasi.
Apabila kompensasi diberikan secara tepat dan benar para karyawan akan
memperoleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan
organisasi (Notoatmodjo, 2009)