Untuk memperoleh hasil pengendalian kualitas yang efektif, maka
pengendalian terhadap kualitas suatu produk dapat dilaksanakan dengan
menggunakan teknik-teknik pengendalian kualitas, karena tidak semua hasil
produksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Menurut Suyadi
Prawirosentono (2007;72), terdapat beberapa standar kualitas yang bisa
ditentukan oleh perusahaan dalam upaya menjaga output barang hasil produksi
diantaranya:
- Standar kualitas bahan baku yang akan digunakan.
- Standar kualitas proses produksi (mesin dan tenaga kerja yang
melaksanakannya). - Standar kualitas barang setengah jadi.
- Standar kualitas barang jadi.
- Standar administrasi, pengepakan dan pengiriman produk akhir tersebut
sampai ke tangan konsumen.
Dikarenakan kegiatan pengendalian kualitas sangatlah luas, untuk itu
semua pengaruh terhadap kualitas harus dimasukkan dan diperhatikan. Secara
umum menurut Suyadi Prawirosentono (2007;74), pengendalian atau pengawasan
akan kualitas di suatu perusahaan manufaktur dilakukan secara bertahap meliputi
hal-hal sebagai berikut: - Pemeriksaan dan pengawasan kualitas bahan mentah (bahan baku, bahan
baku penolong dan sebagainya), kualitas bahan dalam proses dan kualitas
produk jadi. Demikian pula standar jumlah dan komposisinya. - Pemeriksaan atas produk sebagai hasil proses pembuatan. Hal ini berlaku
untuk barang setengah jadi maupun barang jadi. Pemeriksaan yang
dilakukan tersebut memberi gambaran apakah proses produksi berjalan
seperti yang telah ditetapkan atau tidak. - Pemeriksaan cara pengepakan dan pengiriman barang ke konsumen.
Melakukan analisis fakta untuk mengetahui penyimpangan yang mungkin
terjadi. - Mesin, tenaga kerja dan fasilitas lainnya yang dipakai dalam proses
produksi harus juga diawasi sesuai dengan standar kebutuhan. Apabila
terjadi penyimpangan, harus segera dilakukan koreksi agar produk yang
dihasilkan memenuhi standar yang direncanakan.
Sedangkan Sofjan Assauri (1998:210) menyatakan bahwa tahapan pengendalian /
pengawasan kualitas terdiri dari 2 (dua) tingkatan antara lain: - Pengawasan selama pengolahan (proses)
Yaitu dengan mengambil contoh atau sampel produk pada jarak waktu yang
sama, dan dilanjutkan dengan pengecekan statistik untuk melihat apakah
proses dimulai dengan baik atau tidak. Apabila mulainya salah, maka
keterangan kesalahan ini dapat diteruskan kepada pelaksana semula untuk
penyesuaian kembali.
Pengawasan yang dilakukan hanya terhadap sebagian dari proses, mungkin
tidak ada artinya bila tidak diikuti dengan pengawasan pada bagian lain.
Pengawasan terhadap proses ini termasuk pengawasan atas bahan-bahan yang
akan digunakan untuk proses. - Pengawasan atas barang hasil yang telah diselesaikan
Walaupun telah diadakan pengawasan kualitas dalam tingkat-tingkat proses,
tetapi hal ini tidak dapat menjamin bahwa tidak ada hasil yang rusak atau
kurang baik ataupun tercampur dengan hasil yang baik. Untuk menjaga
supaya hasil barang yang cukup baik atau paling sedikit rusaknya, tidak
keluar atau lolos dari pabrik sampai ke konsumen / pembeli, maka diperlukan
adanya pengawasan atas produk akhir.
