Film Sebagai Media Massa


Budiono dalam Menafsir Buruan Cium Gue mengemukakan :
Film adalah mredia komunikasi seseorang atau sekelompok
orng yang bermaksud menyampaikan pesan dan makna
tertentu kepada para penonton melalui rrangkaian gambar
atau dasar skenario (2004:21)
Film sebagai media massa yang merupakan sebuah bentuk seni selain
bertujuan untuk dinikmati, juga merupakan media yang efektif penyadaran
terhadap masyarakat. Kekuatan dan kemampuan film menjangkau banyak segmen
sosial, hingga membuat para ahli sepakat bahwa film memiliki potensi untuk
mempengaruhi penontonnya. Sejak itu, merebahkan berbagai penelitian yang
melihat dampak film terhadap masyarakat.
Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tanda itu termasuk
berbagai sistem tanda yang bekerjasama dengan baik dalam upaya mencapai efek
yang diharpkan. Sobur dalam Semiotika Komunikasi berpendapat :
Yang paling penting dalam film adalah gambar dan suara ;
kata yang diucapkan (ditambah denga suara-suara lain yang
mengiri gambar-gambar) dan musik fil (2009:127-128)
Film merupakan suatu makna, sedang gambar merupakan bahasanya.
Bahasa merupakan suatu sistem yang sistematis dan sistemis. Dalam bahasa
terdapat subsitem-fonologi, gramatika, dan leksikon-dunia bunyi dan dunia makna
yang bertemu dan membentuk struktur. Di antara keduanya itu terdapatlah
konteks yang mempengaruhi keserasian sistem suatu bahasa. Konteks yaitu unsur
d luar bahasa yang kemudian dikaji dalam pragmatik ini.
Film sementara itu adalah merupakan suarty media komunikasi massa
yang digunakan bukan hanya sekedar sarana hiburan saja, melainkan dapat juga
digunakan sebagai sarana penerangan dan pendidikan. Seperti yang diungkapkan
Effendy dalam Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi :
Film juga banyak digunakan sebagai alat bantu untuk
memberikan suatu penjelasan, baik dari gambar maupun
suaranya, ataupun dalam segi atur ceritanya. (2003:209)