Menurut (Yuli Asih, 2018) tahapan-tahapan stres yang dialami individu
sebagai berikut:
A. Tingkat stres I
Tahap ini merupakan tingkat stres yang paling ringan dan biasanya disertai
dengan perasaan-perasaan sebagai berikut:
a. Semangat yang besar.
b. Penglihatan yang tajam tidak seperti biasanya.
c. Energi dan kegugupan yang berlebihan kemampuan melakukan pekerjaan
lebih dari biasa.
Tahap ini biasanya menyenangkan dan orang menjadi bersemangat, tanpa
menyadari bahwa cadangan energi mereka sangat rendah.
B. Tingkat stres II
Tahap ini efek stres yang menyenangkan mulai menghilang dan muncul
keluhan karena cadangan energi tidak lagi cukup untuk sepanjang hari, keluhan
terbanyak adalah:
a. Kelelahan saat bangun tidur.
b. Kelelahan setelah makan siang.
c. Kelelahan sore hari.
d. Kadang gangguan saluran cerna (gangguan usus, perut kembung), kadang
jantung berdebar.
e. Perasaan tegang pada otot punggung dan leher (leher).
f. Perasaan tidak bisa rileks.
C. Tingkat Stres III
Tahap ini keluhan mudah lelah muncul lebih jelas dengan gejala sebagai
berikut:
a. Gangguan usus lebih banyak (sakit perut, mules, diare).
b. Otot mengencang.
c. Rasa tegang meningkat.
d. Gangguan mengantuk (susah tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit
tidur kembali atau bangun terlalu pagi).
e. Tubuh terasa tidak stabil, merasa lemas (tidak pingsan).
Tahapan ini, pasien harus mencari pertolongan medis kecuali jika bebannya
membuat stres atau menuntut, tuntutan berkurang dan tubuh memiliki kesempatan
untuk beristirahat atau bersantai untuk memulihkan energy.
D. Tingkat Stres IV
Tahapan ini sudah menunjukkan kondisi yang lebih buruk yang ditandai
dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Sangat sulit untuk menjalani sepanjang hari.
b. Kegiatan yang awalnya menyenangkan kini terasa sulit.
c. Kemampuan menanggapi situasi sosial hilang sosial dan aktivitas rutin
lainnya jadi sulit.
d. Tidur jadi susah, mimpi jadi stres dan sering bangun pagi.
e. Perasaan negatif.
f. Kemampuan berkonsentrasi tiba-tiba melemah.
g. Perasaan takut yang tidak dapat dijelaskan.
E. Tingkat Stres V
Tahap ini merupakan keadaan yang lebih dalam dari sebelumnya yaitu:
a. Kelelahan yang dalam (kelelahan mental dan psikologis).
b. Merasa tidak mampu melakukan tugas-tugas sederhana.
c. Gangguan pada saluran pencernaan (mulas dan buang air besar) lebih sering,
sulit buang air besar atau sebaliknya, feses encer dan sering terbalik.
d. Perasaan takut yang semakin parah.
F. Stres Tingkat VI
Tahap ini merupakan tahap puncak yaitu krisis, tidak jarang pasien
dipindahkan ke Intensive Cardiology Care Unit pada tahap ini, gejalanya cukup
kuat pada tahap ini:
a. Jantung terasa sangat keras, hal ini karena adrenalin yang dikeluarkan akibat
stres cukup tinggi dalam peredaran darah.
b. Sesak napas.
c. Badan gemetar, badan dingin, keringat banyak.
d. Energi bahkan untuk benda ringan lemah, pingsan atau pingsan
