Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi


Saydan dalam Sayuti (2007) Menyatakan bahwa motivasi kerja seseorang dalam
melaksanakan pekerjaanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu internal yang
berasal dari proses psikologis dalam diri seseorang, dan fakotr eksternal yang bersal
dari luar diri (Encironment Factor)

  1. Fakotr Internal.
    a. Jenis Kelamin
    Jenis kelami merupakan aspek identitas yang sangat berarti, wanita dan pria
    mempunyai pengalaman yang berbeda tentang pembentukan identitas jenis
    kelamin, identitas jenis kelamin terbentuk sekitar tiga tahun. Wanita dan pria
    mempunyai perbedaan secara psikologis dimana wanita lebih mudah
    tersinggung, mudah terpengaruh, sangat peka, menonjolkan perasaan,
    tanggap dan mudah meupakan perasaan. Sementara pria tidak mudah
    emosional, sangat objektif, tidak mudah terpengaruh, mudah memisahkan
    antara pikiran dan persaan sehingga kadang kurang peka dan mampu
    memendam rasanya. (Nungki, 2007)
    b. Usia
    Robbins (2008) menyatakan bahwa makin tua usia pekerja, makin sedikit
    kesempatan mendapat pekerjaan alternatif. Namun disampig itu pekerja yang
    tua cenderung rendah tingkat kemangkirannya atau absensi, artinya mereka
    hanya absen jika kesehatannya terganggun (sakit). Usia dalam kaitan
    pengaruhnya terhadap motivasi pegawai terletak pada kesediaan atau
    kesetiaanyang lebih dibandigkan pegawai yang lebih muda dan kematangan
    emosi atau tempramennya tnampak pada kinerja atau penampilannya.
    c. Tingkat Pendidikan
    Seoang pegawain yang mempunayi tingka pendidikan yang lebih tinggi
    biasanya akan lebih termotivasi akrena sudah mempunyai wawasan yang
    lebih luas dibandingkan dengan karyawan yang lebih rendah tingkat
    pendidikanya. Sebaliknya jika tingkat pendidikan yang dimilinya tidak
    digunakan secara maksimal ataupun tidak dihargai sebagaimana layaknya
    oleh manajer maka hal ini akan membuat karyawan tersebut mempunyai
    motiviasi yang rendah di dalam bekerja.
    d. Masa Kerja
    Menurut Gibson, dkk (1997) dalam Syafutri (2012) masa kerja seseroang
    akan menentukan prestasi individu yang merupakan dasar prestasi dan
    kinerja organisasi, maka tingkat prestasi individu akan semakin
    meningkatkan yang dibuktikan dengan tingginya motivasi kerja sehingga
    memungkinkan untuk mendapatkan promosi dan kenaikan jabatan.
    Sedangkan menurut Septiana (2012) menyatakan bahwa salah satu faktor
    yang meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah pengalamn kerja,
    semakin lama masa kerja maka semakin banyak pula pengalaman kerja
    yang didapat dan semakin besar pula motivasi kerja karyawan untuk
    meningkatkan prestasi kerja karena merasa sudah menguasai bidangnya
    tersebut.
    e. Keinginan dan Harapan Pribadi
    Seseorang mau bekerja keras apabila ada keinginan pribadi yang hendak
    diwujudkan menjadi kenyataan.
    f. Kebutuhan
    Kebutuhan biasanya berbanding sejajar dengan motivasi, semakin besar
    kebutuhan seseorang untuk dipenuhi maka semakin besar pula motivasi
    karyawan tersebut untuk bekejera keras.
    g. Kelelahan dan Kebosanan
    Faktor kelelahan dan kebosanan dapat mempengaruhi gairah dan
    semangat kerja yang pada akhirnya akan mempengaruhi motivais
    kerjanya.
    h. Kepuasan Kerja
    Kepuasan kerja mempunyaikorelasi yang snagat kuat kepada tinggi
    rendahnya motivasi kerja seseroang, karyawan yang buas terhadap
    pekerjaan yang mempunyai motivasi yang tinggi dan komitmen terhadap
    pekerjaanya. Tinggi rendahnya kepuasaan karyawan dapat dicerminkan
    dari prodiktvitas kerjanya yang tinggi, sanggup bekerja ekstra, jarang
    absen dan tingkat turn over yang rendah.
  2. Faktor Eksternal
    a. Kondisi Lingkungan Kerja
    Lingkungan kerja adalah keseluruhan dan prasarana kerja yang ada disekitar
    karyawan yang sedang melakukan pekerjaanya yang dapat mempengaruhi
    pelaksanaan pekerjaan itu sendiri. Lingkungan pekerjaan meliputi tempat
    bekerja. Fasilitas dan alat bantu pekerjaan, keberhasilan, pencahayaan
    ketenangan, termasuk hubungan kerja antara orang-orang yang ada ditempat
    kerja.
    b. Kompensasi yang Memadai
    Kompensasi yang memadai merupakan alat motivasi yang paling ampuh bagi
    perusahaan untuk memberikan dorongan kepada para karyawanagar bekerja
    secara baik. Mathis dan Jackson (2006) menyatakan bahwa penghargaan nyata
    yang diterima karyawan karena bekerja adalah dalam bentuk gaji, tunjangan
    dan insentif.
    c. Supervisi yang Baik.
    Menurut Mathis dan Jackson (2006), pekerjaan yang dilakukan oleh seorang
    supervisor dalam memberikan inspirasi, dorongan dan semangat kepada
    oranglain (pegawai) untuk mengambil tindakan-tindakan, pemberian dorongan
    ini dimaksudkan untuk mengingatkan pegawai agar mereka bersemangat dan
    dapat mencapai hasil sebagaimana yang dikehendaki orang tersebut. Oleh
    karena itu seorang supervisor dituntut untuk pengenalan atau pemahaman dari
    sikap dan karakteristik bawahannya.
    d. Ada Jaminan Karir
    Sutrisno (2009) menyatakan bahwa karir adalah rangkaian posisi yang
    berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidup. Para
    karyawan mengejar karir untuk dapat memenuhi kebutuhan individual secara
    mendalam. Mereka bekerja bukan untuk hari ini saja, tetapi mereka berharap
    akan bekerja sampai tua, cukup dalam satu perusahaan saja dan tidak usah
    seringkali berpindah. Hal tersebut akan dapat terwujud apabila perusahaan
    dapat memberikan jaminan karier untuk masa depan, baik jaminan akan
    adanya promosi jabatan, pangkat, maupun jaminan pemberian kesempatan
    untuk mengembangkan potensi diri.
    e. Status dan Tanggung Jawab
    status atau kedudukan dalam jabatan tertentu merupakan dambaan dan harapan
    setiap karyawan dalam bekerja. Seseorang dengan menduduki jabatan yang
    tinggi merasa dirinya dipercaya, diberi tanggung jawab dan wewenang yang
    lebih besar untuk melakukan kegiatannya, jadi status dan kedudukan ini
    merupakan stimulus atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan sence of
    achievement dalam tugas sehari-hari.
    f. Peraturan yang Fleksibel
    Faktor lain yang diketahui dapat mempengaruhi motivasi adalah didasarkan
    pada hubungan yang dimiliki oleh karyawan dalam organisasi. Bidang-bidang
    seperti kelayakan dari kebijakan manajemen, keadilan dari tindakan displiner,
    cara yang digunakan untuk memutuskan hubungan kerja dan peluang kerja
    semua akan mempengaruhi retensi karyawan, apabila karyawan merasakan
    bahwa kebijakan itu terlalu kaku atau ditetapkan secara tidak konsisten,
    mereka akan cenderung untuk mempunyai motivasi yang rendah