Kepemimpinan


Kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dan menentukan tujuan
organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi
untuk memperbaiki kelompok dan budayannya selain itu mempengaruhi interprestasi
mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya perorganisasian dan aktivitas untuk
mencapai sasaran, memlihara hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan
dukungan dan kerja sama dari oang-orang diluar kelompok atau organisasi. (Veithzal
Rivai et al 2011).
Pemimpin adalah individu yang memimpin, dan kepemimpinan merupakan sifat
yang harus dimiliki seorang pemimpin. Oleh karena itu, kepemimpinan ialah
kemampuan untuk mempengaruhi manusia dalam melakukan dan tidak melakukan
sesuatu. Para ahli memberikan definisi kepemimpinan, antara lain:
a. Miftah Thoha “ kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku
orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia, baik perseorangan maupun
kelompok”.
b.Tenembauh dan Massarik menjelaskan “ Kepemimpinan adalah suatu proses atau
fungsi sebagai suatu peran yang memerintah”.
c. Harold Kontz mendefinisikan kepemimpinan sebagai “ Pengaruh, seni atau proses
mempengaruhi orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan yang telah
ditetapkan bersama”.
d. Frigon mengungkapkan “ leadership is the art and sciene of getting others to
perform and achieve vision “.
e. Nanus Berpendapat “ leadership role in policy formation has a solid foundation in
practice and is safely short of usurfing a governing broad’s prerogrative in
establishing policy”
f. Overton menyatakan “ leadership is ability to get work done and through others
while gaining then confidence and coorperation “