Ideologi Media


Matthew Kieran (dalam Eriyanto, 2002: 154) mengemukakan; berita
tidaklah dibentuk dalam ruang hampa, Berita diproduksi dari ideologi dominan
suatu institusi media.
Ideologi dalam konteks media tidaklah harus dikaitkan dengan ide-ide
besar, namun bisa bermakna politik penandaan atau pemaknaan.Bagaimana
media melihat peristiwa dengan kacamata atau pandangan tertentu, merupakan
sebuah ideologi. Sebab dalam proses melihat dan menandai peristiwa tersebut,
media menggunakan titik melihat tertentu. Titik atau posisi melihat itu
menggambarkan bagaimana peristiwa dijelaskan dalam kerangka berpikir
tertentu.Tiap-tiap media bisa mempunyai pandangan dan bingkai berbeda-beda
atas suatu realitas. Maka bingkai seperti apa yang dipilih oleh suatu media,
menunjukkan ideologi yang diambil oleh media tersebut. (Eriyanto, 2002: 156)
Selanjutnya menurut Raymond (dalam Eriyanto, 2002: 163), ideologi
media yakni ideologi yang dipercayai sebagai sebuah sistem keyakinan ilusioner
(gagasan atau kesadaran palsu) yang dikontraskan dengan pengetahuan ilmiah.
Ideologi dalam pengertian ini adalah seperangkat kategori yang dibuat dan
kesadaran palsu dimana kelompok yang berkuasa atau dominan menggunakannya
untuk mendominasi kelompok lain. Karena kelompok yang dominan mengontrol
kelompok lain dengan menggunakan perangkat ideologi yang disebarkan ke
dalam masyarakat, akan membuat kelompok yang didominasi melihat itu tampak
alamiah, dan diterima sebagai kebenaran. Di sini, ideologi disebarkan lewat
berbagai instrumen salah satunya media massa. Dalam konteks ini, yang
dimaksud sebagai kelompok berkuasa adalah media massa.