Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas
dari konsep kepemimpinan secara umum. Konsep kepemimpinan secara umum
sering dipersamakan dengan manajemen, padahal dua hal tersebut memiliki
perbedaan yang cukup berarti. Menurut Kartono (2016: 6) kepemimpinan adalah
masalah relasi dan pengaruh antara pemimpin dan yang dipimpin. Kepemimpinan
tersebut muncul dan berkembang sebagai hasil dari interaksi otomatis diantara
pemimpin dan individu individu yang dipimpin. Dalam buku kepemimpinan
karangan (Thoha, 2006: 5) mengartikan bahwa “Kepemimpinan adalah aktivitas
untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan
organisasi”. Pengertian di atas didukung oleh pendapat R. Terry (1972: 458)
memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut “Kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Hal ini memberikan suatu
perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin,
asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan
tertentu. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan
manajer.
Kepemimpinan secara harfiah berasal dari kata pimpin. Kata pimpin
mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan
juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung
jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari
yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap
orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.
Menurut Wahjosumidjo (2005: 17) kepemimpinan di terjemahkan kedalam
istilah sifat- sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola- pola,
interaksi, hubungan kerja sama antarperan, kedudukan dari satu jabatan
administratif, dan persuasif, dan persepsi dari lain- lain tentang legitimasi
pengaruh.
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu
organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi
ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Menurut C. Turney
(1992) dalam Yamin & Maisah (2010 : 74) mandefinisikan kepemimpinan
sebagai suatu group proses yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola dan
menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui
aplikasi teknik- teknik manajemen. Kepemimpinan meliputi proses
mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku
pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok
dan budayanya
