Indikator Beban Kerja


Menurut Monika (2018:152) untuk menentukan beban kerja di dunia kerja,
diketahui beberapa indikator untuk menentukan tingkat kerja pegawai, indikator
tersebut antara lain:

  1. Kondisi Pekerjaan
    Kondisi Kerja disebutkan Selama karyawan memahami pekerjaannya dengan
    baik, menggunakan waktu kerja sesuai SOP tentu akan mengurangi beban kerja
    karyawan. Namun ada kalanya suatu organisasi tidak memiliki SOP atau tidak
    konsisten dalam pelaksanaannya, dan penggunaan waktu kerja yang diterapkan
    pada karyawan cenderung berlebihan atau sangat sempit.
  2. Target yang Harus Dicapai
    Tentu saja tujuan pekerjaan ditetapkan oleh perusahaan secara langsung
    mempengaruhi beban kerja yang dibutuhkan yang telah diterima karyawan.
    Semakin terbatas atau tidak seimbangnya waktu untuk melakukan pekerjaan
    tertentu antara waktu untuk mencapai tujuan kinerja dan jumlah pekerjaan yang
    diberikan, semakin besar beban kerja yang diterima dan dirasakan karyawan.
  3. Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja adalah apa yang mengelilingi pekerja dan mempengaruhi
    mereka dalam melaksanakan tugasnya.
    Adapun indikator beban kerja menurut Mangkunegara, (2017), yaitu antara lain:
  4. Beban waktu (time load), menujukkan jumlah waktu yang tersedia dalam
    perencanaan, pelaksanaan dan monitoring tugas.
  5. Beban usaha mental (mental effort load), yang berarti banyaknya usaha
    mental dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
  6. Beban tekanan psikologis (psychologis stress load) yang menunjukkan
    tingkat risiko pekerjaan, kebingungan dan frustasi.
    Adapun indikator beban kerja menurut Munandar (2017) yaitu antara lain :
  7. Target yang harus di capai.
    Pandangan individu mengenai besarnya target kerja yang di berikan untuk
    menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tertentu. Jika seorang karyawan
    menganggap target pekerjaannya tinggi, maka ia akan merasa memiliki beban
    kerja yang berat atau tinggi, demikian pula sebaliknya.
  8. Kondisi pekerjaan.
    Pandangan yang dimiliki oleh individu mengenai kondisi pekerjaan, serta
    mengatasi masalah kejadian yang tidak terduga seperti melakukan pekerjaan
    extra diluar waktu yang di tentukan. Dalam hal ini, karyawan dihadapkan pada
    pekerjaan yang memerlukan pemecahan atau penyelesaian, jika karyawan
    menganggap pekerjaannya sulit dipecahkan, maka karyawan merasakan adanya
    masalah dan beban pekerjaannya menjadi berat atau tinggi, demikian pula
    sebaliknya.
  9. Standar Pekerjaan.
    Kesan yang dimiliki individu mengenai pekerjaan misalnya perasaan yang
    timbul mengenai beban kerja yang harus diselsaikan dalam jangka waktu
    tertentu. tandard pekerjaan yang ditetapkan perusahaan kadang menjadikan
    karyawan terbebani, karena dia tidak atau kurang mampu mengerjakannya,
    demikian pula sebaliknya, jika standar pekerjaan itu dapat dipahami dan
    karyawan merasa dapat mengerjakan, maka pekerjaan itu bebannya menjadi
    tidak berat atau tinggi.