Ciri-ciri gaya kepemimpinan dibagi dalam lima tipe (Siagian dalam Busro,
2018) sebagai berikut:
- Gaya Kepemimpinan Otokratis, mempunyai ciri-ciri:
a. Menganggap organisasi yang dipimpinya sebagai milik pribadi;
b. Mengidentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi;
c. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata;
d. Tidak mau menerima pendapat, saran, dan kritik dari anggotanya;
e. Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya;
f. Caranya menggerakkan bawahan dengan pendekatan paksaan;
g. Sering mencari kesalahan atau menghukum;
h. Kesalahan dirinya sering ditimpakan kepada orang lain;
i. Selalu menampilkan kekuasaannya dibandingkan kepemimpinannya;
j. Tidak mau berdiri dibelakang dalam memberi dorongan atau berada
dibawah karyawan dalam rangka memberi semangat;
k. Sering membuat keputusan pribadi di luar rencana strategis yang disusun;
dan
l. Tidak ada kata maaf untuk bawahan - Gaya Kepemimpianan Militeritis, mempunyai ciri-ciri:
a. Dalam menggerakkan bawahan sering menggunakan cara perintah;
b. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung pada pangkat atau
jabatannya;
c. Senang kepada formalitas yang berlebihan;
d. Menurut disiplin yang tinggi dan baku kepada bawahan;
e. Suka menerima kritikan atau saran dari bawahannya;
f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan;
g. Satu komando, tidak boleh ada komando lain kecuali dari pimpinan tinggi;
h. Mengedepankan keseragaman;
i. Memberi hukuman secara spontanitas;
j. Tidak ada kata lain untuk melaksanakan tugas, kecuali kata“siap”;
k. Selalu minta dihormati dan difasilitasi dalam keadaan apapun;
l. Sulit sekali memberi ini kepada bawahan, kecuali sangat penting;
m. Turun jabatan, penunduhan kenaikan pangkat, dan pemecatan merupakan
jalan terakhir yang harus ditempuh dalam memberikan hukuman;dan
n. Penghargaan selalu diberikan kepada bawahan yang bener-bener
berprestasi. - Gaya Kepemimpinan Paternalis, mempunyai ciri-ciri:
a. Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa;
b. Bersifat terlalu melindungi atau overprotective;
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil
keputusan;
d. Hampir tidak pernah memberi kesempatan kepada bawahan untuk
berinisiatif sendiri;
e. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
kreasi dan fantasinya;
f. Sering bersikap maha tahu;
g. Inovasi hanya berasal dari atasan;
h. Setiap bawahan harus memperhatikan contoh yang diberikan oleh pimpin;
i. Selalu khawatir dengan berbagai kesulitan yang dialami oleh bawahan;
j. Selalu membela bila bawahan melakukan kesalahan;
k. Bawahan harus berusaha meniru sikap dan tingkah laku pimpinan;
l. Hal-hal yang baik dari pimpinan harus diturunkan ke generasi berikutnya;
m. Selalu mempunyai anak buah yang menjadi kesayangannya; dan
n. Sangat perhatian terhadap kebutuhan anak buahnya. - Gaya Kepemimpinan Kharismatik, mempunyai ciri:
a. Mempunyai daya penarik yang sangat besar, karena itu umunya
mempunyai pengikut yang besar jumlahnya;
b. Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti
dan menaati pemimpin itu;
c. Dia seolah-olah memiliki kekuatan ghaib atau supranatural power,
d. Kharisma yang dimiliki tidak bergantung pada umur, kekayaan, kesehatan,
ataupun ketampanan si pemimpin;
e. Keikutsertaan anggota bersifat buta;
f. Para pengikut rela hingga titik darah terakhirnya,
g. Siap mengorbankan jiwa, dan harta demi untuk pimpinan mereka;
h. Lebih banyak terjadi pada pimpinan adat, agama, suku, dan pimpinan
informal lainnya dari pada pemimpin formal;dan
i. Kesetiaan pengikut tidak hanya pada dirinya, tetapi juga menurun pada
anak-cucunya.
j. Tanggap dengan berbagai keadaan yang dialami oleh organisasi. - Gaya Kepemimpinan Demokratis, mempunyai ciri-ciri:
a. Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa
manusia itu makhluk yang termulia didunia;
b. Selalu berusaha untuk menyinkronkan kepentingan dan tujuan organisasi
dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahan;
c. Senang menerima saran, pendapat, dan kritik dari bawahan;
d. Mengutamakan kerja sama dalam mencapai tujuan;
e. Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada bawahan, dan
membimbingnya;
f. Mengusahakan agar bawahan dapat lebih sukses dari pada dirinya;
g. Selalu mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin;
h. Berusaha mengambil keputusan secara demokratis;
i. Tidak memaksakan kehendak kepada bawahan;dan
j. Tanggap dengan berbagai keadaan yang dialami oleh organisasi.
