Kepemimpinan


Menurut Rowitz (2009) dalam Fitriani, (2017) kepemimpinan adalah
kreativitas dalam tindakan atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru
(creativity in action). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
kepemimpinan adalah cara memimpin atau perihal memimpin. Menurut Arifin
(2012) dalam Fitriani, (2017) kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan
mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok,
maka ditemukan 3 implikasi, yaitu kepemimpinan :
a. Harus melibatkan orang lain (bawahan/pengikut)
b. Mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama (antara pemimpin dan
anggota),
1) Kekuasaan imbalan (reward power)
2) Kekuasaan paksaan (coersive power)
3) Kekuasaan sah (legitimate powe)
4) Kekuasaan referensi (referent power)
5) Kekuasaan ahli (expert power)
c. Kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk
mempengaruhi perilaku pengikut melalui sejumlah cara
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok
ke arah tercapainya tujuan (Robbins, 1996: 39). Sedangkan menurut Kreitner dan
Kinicki, (2005: 299) kepemimpinan adalah mempengaruhi karyawan untuk secara
sukarela mengejar tujuan organisasi. Dari definisi di atas, kepemimpinan secara
jelas melibatkan labih dari sekedar menggunakan kekuasaan dan menjalankan
wewenang, serta ditampilkan pada tingkatan yang berbeda. Pada tingkat individu,
misalnya kepemimpinan melibatkan pemberian nasihat, bimbingan, inspirasi, dan
motivasi. Para pemimpin membangun tim, menciptakan kesatuan, dan
menyelesaikan perselisihan di tingkat kelompok. Akhirnya, para pemimpin
membangun budaya dan menciptakan perubahan di tingkat organisasi.
Kepemimpinan adalah proses pengarahan dan mempengaruhi aktivitas yang
berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Untuk lebih mempermudah dalam
memahami kepemimpinan tersebut perlu digunakan beberapa pendekatan.
Pendekatan tersebut antara lain (Fitriani, 2017):

  1. Pendekatan kepemimpinan berdasarkan sifat
  2. Pendekatan kepemimpinan bedasarkan tingkah laku
  3. Pendekatan kepemimpinan berdasarkan teori situasional
  4. Pendektan kepemimpinan berdasarkan teori penerimaan