Gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pimpinan
untuk mempengaruhi bawahan, agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula
dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang
disuka dan sering diterapkan oleh pemimpin.
Menurut Rivai (2011:45), gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi
yang merupakan hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sikap, yang sering
ditetapkan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain dalam
melaksanakan kegiatan pengendalian. Gaya kepemimpinan terdiri dari empat (4)
hal, yaitu:
- Gaya Kepemimpinan Partisipatif
Menurut Yukl (2010:132) gaya kepemimpinan partisipatif, atau disebut
dengan gaya kepemimpinan demokratik merupakan gaya kepemimpinan
yang menitikberatkan pada usaha seorang pemimpin dalam melibatkan
partisipasi para pengikutnya dalam setiap pengambilan keputusan. Dampak
positif yang ditimbulkan dari gaya kepemimpinan partisipatif bahwa para
pengikut memiliki rasa tanggungjawab, yang lebih besar terhadap pencapaian
tujuan organisasi karena keterlibatannya dalam pengambilan keputusan. - Gaya Kepemimpinan Otokratik
Gaya Kepemimpinan Otokratik merupakan kepatuhan pengikut terhadap
pimpinan merupakan corak gaya kepemimpinan otokratik. Dalam
menjalankan kewajiban sesuai dengan aturan yang bersumber pada tradisi dan
pengikut patuh pada pimpinan bukan dilandaskan pada tatanan impersonal,
tetapi menjadi loyalitas pribadi dan membiasakan diri tunduk pada kewajiban.
Pemimpin yang bergaya otokratik cenderung menganut nilai organisasional
yang bertujuan pada pembenaran segala tindakan yang ditempuhnya untuk
mencapai tujuan. Pembenaran tindakan bertendensius pribadi, apabila
tindakan tersebut akan mempermudah tercapainya tujuan, maka dikatakan
benar dan sebaliknya. - Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Karakteristik utama pada gaya kepemimpinan Laissez Faire meliputi persepsi
tentang peranan, nilai-nilai yang dianut, sikap dalam hubungannya dengan
para pengikut, perilaku organisasi dan gaya kepemimpinan yang biasa
digunakan. Persepsi seorang pemimpin bergaya Laissez Faire memandang
perannya sebagai seorang pemimpin, hanya berkisar seputar pandangan
dirinya yang menganggap bahwa pada umumnya organisasi terdiri dari orang-
orang yang telah mampu mengetahui apa yang menjadi tugas organisasi,
sasaran-sasaran yang ingin dicapai, tugas apa yang harus diuraikan oleh
masing-masing anggota dan seorang pemimpin tidak perlu sering melakukan
intervensi dalam organisasi. - Gaya Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan transformasional merupakan proses yang didalamnya para
pemimpin dan pengikut saling memberikan ide konstruktif terkait moralitas
dan motivasi lebih tinggi dalam budaya organisasi. Para pemimpin tersebut
mencoba mengajak para pengikut dengan menyerukan cita-cita yang lebih
tinggi dan nilai-nilai moral seperti kemerdekaan, keadilan, dan kemanusiaan,
bukan didasarkan atas emosi, seperti keserakahan, atau kebencian.
Kepemimpinan yang mentranformasi dapat direalisasikan oleh siapapun dan
pemimpin dalam semua tingkatan
