Tingkat Kecemasan (skripsi dan tesis)

Tingkat kecemasan yang dikemukakan oleh Townsend (dalam

Ihdaniyati & Nur A 2008: 164-165) ada empat tingkat, yaitu:

1. Kecemasan ringan

Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan

sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada. Manifestasi

yang muncul pada tingkat ini adalah kelelahan, iritabel, kesadaran

meningkat, mampu untuk belajar, motivasi meningkat, dan tingkah

laku sesuai situasi.

2. Kecemasan sedang

Kecemasan pada tahap ini adalah kelelahan meningkat, denyut

jantung dan pernafasan meningkat, ketegangan otot meningkat, bicara

cepat dengan volume tinggi, mampu untuk belajar tetapi tidak terfokus

pada rangsang yang tidak menambah kecemasan, mudah tersinggung,

tidak sabar, mudah lupa, marah dan menangis.

3. Kecemasan berat

Kecemasan pada tingkat ini adalah mengeluh pusing, sakit kepala,

mual, tidak dapat tidur, sering kencing, diare, palpitasi, tidak mau

belajar secara efektif, berfokus pada dirinya sendiri, perasaan tidak

berdaya, bingung dan disorientasi.

4. Panik

Panik hubungan dengan terpengaruh, ketakutan, teror karena

mengalami kehilangan kendali. Orang-orang yang sedang panik tidak

mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Tanda dan

gejala yang terjadi pada keadaan ini adalah susah bernafas, dilatasi

pupil, palpitasi, pucat, diaphoresis, pembiacaraan inkoheren, tidak

dapat berespon terhadap perintah yang sederhana, berteriak-teriak,

menjerit, mengalami halusinasi dan delusi. Panik dapat

mengakibatkan peningkatan motorik, penurunan kemampuan

berhubungan dengan orang lain, dan tidak mampu berpikir rasional.