Seorang pemimpin yang transformasional akan menggunakan kemampuan dan
kelebihannya untuk mengarahkan, membimbing, dan menggerakkan karyawan atau
pengikut kepada suatu perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, inovatif dan kreatif
untuk bersama-sama mencapai tujuan perusahaan.
Keller (1992), mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mampu
meningkatkan kepuasan kerja bagi karyawan karena terkait dengan kebutuhan karyawan
yang lebih tinggi seperti kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri terpenuhi. Selain itu
Pawar dan Eastman (1997) bahwa praktik kepemimpinan transformasional mampu
membawa perubahan-perubahan yang lebih mendasar seperti nilai-nilai, tujuan, dan
kebutuhan karyawan dan perubahan-perubahan tersebut berdampak padameningkatnya
kepuasan kerja karyawan karena terpenuhinya kebutuhan yang lebih tinggi. Senada
dengan pendapat para ahli sebelumnya, Bycio dkk. (1995) serta Howell dan Avolio (1993)
mengemukakan bahwa kepmimpinan transformasional memiliki keterkaitan yang positif
terhadap kepuasan kerja karyawan kerena karyawan merasa dihargai eksistensinya.
Munandar (2006:357) kepuasan kerja dipengaruhi oleh empat faktor yaitu;
karakteristik pekerjaan, Kompensasi (gaji), pimpinan, hubungan dengan rekan kerja serta
kondisi tempat kerja.Salah satu faktor tersebut adalah persepsi atas pimpinan, faktor ini
sangat terkait bagaimana hubungan antara karyawan dengan pemimpin. Bagaimana
seorang karyawan akan menilai dan mengevaluasi kepemimpinan melalui kinerja karyawan
itu sendiri. Apabila karyawan merasakan kepemimpinan yang sesuai dan dapat memenuhi
kebutuhannya dalam bekerja maka dapat berdampak pada tercapainya kepuasan kerja
karyawan yang akan diintepretasikan dengan meningkatnya kinerja karyawan
