Brand awarenessdikelompokkan pada 2 komponen yaitu
depth of awareness dan breadth of brand awareness(keller,
2013:73), dengan penjelasan sebagai berikut :
1). Depth of brand awarenessdi tentukan berdasarkan brand recall
dan brand recognition.
2). Breadth of brand awarenessdi tentukan berdasarkan jumlah
purchase dan consumption pada situasi dimana merek diingat.
Breadth of brand awarenessini bergantung pada banyaknya
pengetahuan atas produk dalam pikiran seseorang.
Kemudian diklasifikasikan seberapa jauh konsumen
aware terhadap sebuah merek, maka terdapat 4 indikator brand
awarenessmenurut Keller (2013:73) :
- Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika
ditanya merek apa saja yang mereka ingat. Secara umum,
dipercaya bahwa untuk meningkatkan brand recall maka nama
merek yang dipilih haruslah sederhana, pendek, mudah diingat,
dan mudah di ucapkan. Idealnya nama merek harus jelas, dapat
dipahami dan tidak memiliki arti ambigu. Seberapa jauh
konsumen dapat mengingat di tanya apa saja yang di ingat. - Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali
merek tersebut dalam satu kategori tertentu. Untuk
meningkatkan brand recognition maka nama merek haruslah
berbeda, khusus, dan tidak biasa. - Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan
suatu merek ke dalam alternative pilihan ketika akan membeli
produk atau layanan - Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat
suatu merek ketika mereka sedang menggunakan produk atau
jasa pesaing
