Pengertian Niat Beli


Niat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang
membentuk suatu persepsi. Niat yang muncul dalam melakukan pembelian
menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu
kegiatan yang sangat kuat yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus
memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam benaknya
itu. Dengan demikian, Niat beli akan timbul saat dalam proses pengambilan
keputusan.
Definisi niat beli menurut Thamrin (2003) adalah merupakan bagian dari
komponen perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan
responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.
Niat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau
mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan
tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian (Assael, 2010). Perilaku
konsumen dalam mengambil keputusan membeli mempertimbangkan barang
danjasa apa yang akan dibeli, dimana, kapan, bagaimana, berapa jumlah dan
mengapa membeli produk tersebut. Lucas dan Britt (2003) dalam Natalia (2008)
mengatakan bahwa aspek-aspek yang terdapat dalam niat beli antara lain:
a) Perhatian, adanya perhatian yang besar dari konsumen terhadap suatu
produk (barang atau jasa).
b) Ketertarikan, setelah adanya perhatian maka akan timbul rasa tertarik pada
konsumen.
c) Keinginan, berlanjut pada perasaan untuk mengingini atau memiliki suatu
produk tersebut.
d) Keyakinan, kemudian timbul keyakinan pada diri individu terhadap produk
tersebut sehingga menimbulkan keputusan (proses akhir) untuk
memperolehnya dengan tindakan yang disebut membeli.
e) Keputusan, langkah terakhir dari suatu proses pembelian untuk mengambil
keputusan berdasarkan informasi yang diterima.
Disimpulkan bahwa aspek-aspek dalam niat beli adalah sebagai berikut:
a) Ketertarikan (interest) yang menunjukan adanya pemusatan perhatian
danperasaan senang.
b) Keinginan (desire) ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk memiliki.
c) Keyakinan (convicition) ditunjukkan dengan adanya perasaan percaya diri
individu terhadap kualitas, daya guna dan keuntungan dari produk yangakan
dibeli.
Pengertian niat beli menurut Howard yang dikutip dalam Durianto dan
Liana (2004) adalah niat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan
rencana konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk
yang dibutuhkan pada periode tertentu. Dapat dikatakan bahwa niat beli merupakan
pernyataan mental dari dari konsumen yang merefleksikan rencana pembelian
sejumlah produk dengan merek tertentu. Hal ini sangat diperlukan oleh para
pemesar untuk mengetahui niat beli konsumen terhadap suatu produk, baik para
pemasar maupun ahli ekonomi menggunakan variabel niat untuk memprediksi
perilaku konsumen dimasa yang akan datang