Menurut Kotler dan Keller (2012), desain produk adalah totalitas fitur
dari suatu produk tertentu yang akan mempengaruhi tampilan, rasa dan
fungsi produk berdasarkan kebutuhan pelanggan. Kemudian Anandya
(2015), menambahkan bahwa desain produk menjadi pembeda produk suatu
merek tertentu dengan merek lainnya yang akan menciptakan ciri khas bagi
suatu merek tertentu. Dengan demikian, desain produk merupakan fitur
produk yang mempengaruhi tampilan dan nilai gunanya bagi konsumen dan
tampilan produk tersebut menjadi suatu pembeda merek produk tertentu
dengan merek lainnya.
Zhang et. al (2015), menyebutkan bahwa perkembangan teknologi
memiliki andil yang besar dalam pengembangan suatu desain produk.
Perusahaan dapat melibatkan konsumen dalam merancang suatu produk,
sehingga perusahaan dapat membuat desain produk sesuai dengan tampilan
dan nilai guna yang diinginkan konsumen secara spesifik (custom design).
Hal ini akan membantu perusahaan unggul dalam persaingan dengan
menciptakan suatu desain yang khas dan sulit untuk ditiru para pesaingnya.
Dengan demikian,menunjukkan peran desain produk untuk kemampuan
beradaptasi dalam siklus pasar yang dinamis. Desain produk yang baik dan
unik dari yang lain tentunya akan menjadi ciri khas suatu merek tertentu.
Kotler dan Keller (2012), menyatakan bahwa terdapat beberapa
aspek rancangan desain produk, yaitu bentuk, fitur, mutu kesesuaian, daya
tahan, kehandalan, gaya dan kemudahan perbaikan. Berikut penjelasan dari
masing-masing aspek tersebut:
a. Bentuk
Banyak produk yang dapat dibedakan melalui bentuk, ukuran,
model atau struktur fisik produk.
b. Fitur
15
Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan berbagai fitur
yang melengkapi fungsi dasar mereka atau keistimewahan tambahan.
Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi dan memilih fitur-fitur baru
yang sesuai dengan survei pembeli baru-baru ini dan kemudian
menghitung nilai pelanggan terhadap biaya perusahaan untuk setiap
fitur potensial. Pemasar harus mempertimbangkan berapa banyak orang
ingin setiap fitur, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
memperkenalkan itu, dan apakah pesaing bisa dengan mudah menyalin
itu.
c. Mutu Kesesuaian
Mutu kesesuaian merupakan tingkat kesesuaian dan pemenuhan
semua unit yang diproduksi terhadap spesifikasi yang dijanjikan.
Produk didesain dan dioperasikan berdasarkan karakteristik yang
mendekati standar produk untuk memenuhi spesifikasi yang diminta.
d. Daya Tahan
Daya tahan merupakan suatu ketahanan pada suatu produk atau
suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi
normal atau berat yang merupakan atribut berharga untuk suatu produk
tertentu.
e. Keandalan
Keandalan suatu ketahanan dalam suatu produk atau suatu
ukuran usia produk yang diharapkan dalam kondisi normal atau berat
merupakan atribut berharga untuk suatu produk tertentu.
f. Gaya
Gaya merupakan salah satu cara untuk menambah nilai pelanggan
melalui gaya desain produk yang berbeda. Gaya hanya menggambarkan
penampilan produk. Gaya juga bisa menarik ataupun membosankan.
Gaya sensasional bisa menarik perhatian dan menghasilkan estetika
yang indah, tetapi gaya tersebut tidak benar-benar membuat kinerja
suatu produk menjadi lebih baik. Tidak seperti gaya, desain tidak hanya
sekedar kulit luar produk, melainkan jantung sebuah produk.
g. Kemudahan Perbaikan
Kemudahan perbaikan merupakan suatu ukuran kemudahan untuk
memperbaiki produk ketika produk tersebut rusak. Ukuran kemudahan
dapat dilihat melalui nilai dan waktu yang digunakan.
