Pengertian Minat Membeli


Schiffman dan Kanuk (Hidayati, Suharyono & Fanani, 2013) mengatakan
bahwa minat menjadi salah satu aspek psikologis yang memiliki pengaruh cukup
besar terhadap sikap perilaku. Minat beli diartikan sebagai sikap senang terhadap
objek yang membuat seseorang berusaha untuk mendapatkannya dengan cara
membayar atau pengorbanan lainnya. Selain itu, minat membeli juga diartikan
sebagai rencana untuk membeli sebuah produk dalam waktu tertentu. Sutisna dan
Pawitra (Meldarianda & Lisan, 2010) menyatakan minat beli merupakan rencana
seseorang untuk membeli suatu produk yang dibutuhkan. Kemudian Meldarianda
dan Lisan (2010) menyimpulkan minat beli adalah suatu proses perencanaan
pembelian oleh seseorang terhadap suatu produk dengan mempertimbangkan
beberapa hal, diantaranya jumlah produk, merek, dan sikap dalam mengkonsumsi
produk tersebut.
Mehta (Hidayati, Suharyono & Fanani, 2013) mengatakan bahwa minat
membeli didefinisikan sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli sebuah
brand. Menurut Mehta minat beli diperoleh dari hasil proses belajar dan proses
pemikiran yang membentuk sebuah persepsi. Minat beli ini menciptakan motivasi
dan akan terus terekam dalam benak yang kemudian menjadi keinginan yang
13
sangat kuat sehingga ketika seseorang harus memenuhi kebutuhannya akan
mengaktualisasikan apa yang ada di dalam benaknya itu.
Kotler (Rizky & Yasin, 2014) menyatakan bahwa minat membeli terjadi
sebelum keputusan membeli. Minat membeli ialah suatu respon efektif atau
proses merasa suka terhadap suatu produk namun belum sampai pada tahap
pembelian. Kotler (Hidayat, Elita, & Setiaman, 2012) juga menyatakan minat
membeli muncul setelah melalui proses melihat sehingga muncul keinginan untuk
mencoba suatu produk hingga pada akhirnya ingin membeli agar dimiliki.
Sementara menurut E. Jerome Mc. Carthy (Hidayat, Elita, & Setiaman, 2012)
minat beli adalah dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk membeli
suatu produk agar memenuhi kebutuhannya. Menurut Ferdinand (Hidayat, Elita,
& Setiaman, 2012) minat beli dapat diidentifikasi melalui indikator-indikator
sebagai berikut :
a. Minat transaksional, yaitu kecenderurang individu untuk membeli suatu
produk.
b. Minat refrensial, yaitu kecenderungan individu untuk merefrensikan suatu
produk kepada orang lain.
c. Minat preferensial, yaitu minat yang menunjukkan perilaku individu yang
menjadikan suatu produk pilihan utama. Pilihan utama ini hanya dapat
digantikan jika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
d. Minat eksploratif, yaitu minat yang menunjukkan perilaku individu yang
selalu mencari informasi seputar produk yang diminati untuk mendukung
sifat-sifat positif yang ada pada produk tersebut.