Pengertian Anggaran


Anggaran adalah perencanaan keuangan masa depan, biasanya mencakup
periode satu tahun dan dinyatakan dalam satuan moneter. Anggaran ini
merupakan perencanaan jangka pendek organisasi, yang menrjemahkan berbagai
program ke dalam rencana keuangan tahunan yang lebih konkrit. Umumnya,
usulan anggaran ditinjau atau direvisi oleh pejabat senior untuk menjadi
anggaran resmi. Anggaran sektor public diciptakan untuk membantu menetukan
tingakat kebutuhan masyarakat seperti listrik, air, kesehatan, dan pendidikan
untuk memastikan bahwa kebutuhan tersebut terpenuhi secara memadai. Tingkat
kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil pemerintah
melalui anggaran yang mereka buat. Selain itu anggaran adalah alat ekonomi
terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan social
dan ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Oleh karena itu, anggaran merupakan instrument terpenting dalam
kebijakan fiskal pemerintah.
Penganggaran untuk organisasi sektor public dapat membantu mencapai
akuntabilitas. Berdasarkan anggaran yang telah ditetapkan, unit tersebut secara
tidak langsung dapat melakukan pengawasan atau pengendalian. Hal ini
dikarenakan anggaran sebenarnya dapat dijadikan sebagai standar pengukuran
kinerja suatu kegiatan. Namun, karena anggaran ini hanya berisi rencana
keuangan, maka pengukuran kinerja berdasarkan anggaran ini hanya berguna
untuk mengevaluasi keekonomian dan efisiensi. Dalam mengukur efektivitas
suatu kegiatan atau program, harus dilihat dari hasil, manfaat, dan dampaknya.
Dimana komponen-komponen ini tidak bisa hanya diukur dengan menggunakan
standar anggaran.
Anggaran desa (yang dikenal dengan anggaran pendapatan dan belanja
negara/APBDes) adalah rencana keuangan pemerintah desa untuk pelaksanaan
mandatnya selama datu tahun anggaran.. Dalam konteks pengukuran kinerja
berbasis anggaran, tidak bisa dilepaskan pemahaman terhadap tiga siklus utama
pengelolaan keuangan desa, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
pengawasan/pengendalian. Ketiga proses tersebut tidak bisa dipisahkan satu
dengan lainnya karena ketiganya merupakan bagian dari system pengelolaan
keuangan desa. Fokus pengukuran kinerja berbasis anggaran sebenarnya adalah
untuk mengetahui kinerja keuangan desa, yaitu sejauh mana efisiensi dan
efektivitas pengelolaan keuangan daerah.