Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2), secara umum laporan
keuangan terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
a. Neraca, adalah laporan keuangan yang memperlihatkan jumlah dan sifat
aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik usaha pada saat tertentu.
- Aktiva, adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang
biasanya dinyatakan dalam satuan uang. - Kewajiban, adalah utang yang harus dibayar perusahaan dengan uang atau
jasa pada saat tertentu di masa yang akan datang. - Modal, adalah hak pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan.
Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005:3), neraca merupakan laporan yang
memberikan informasi mengenai jumlah harta, utang dan modal perusahaan
pada saat tertentu. Secara garis besar, neraca memberikan informasi mengenai
sumber dan penggunaan dana perusahaan.
b. Laporan Laba Rugi, adalah suatu daftar yang menggambarkan hasil operasi
perusahaan pada suatu periode waktu tertentu. Di dalamnya terdiri dari
pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban, maka
perusahaan akan mendapatkan laba dan bila pendapatan lebih kecil dari beban,
maka perusahaan akan menderita kerugian. - Pendapatan, adalah aliran penerimaan kas/harta lain yang diterima dari
konsumen sebagai hasil penjualan barang atau pemberian jasa. - Beban, adalah harga pokok barang yang dijual dan jasa-jasa yang
dikonsumsi untuk menghasilkan pendapatan.
Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005:4), laporan laba-rugi merupakan
laporan mengenai pendapatan, biaya-biaya, dan laba perusahaan selama
periode tertentu.
c. Laporan Perubahan Modal adalah suatu daftar informasi yang
menggambarkan tentang perubahan modal pemilik. Perubahan ini biasa
disebabkan karena ada tambahan modal atau disebabkan adanya prive
(pengambilan untuk kepentingan pribadi pemilik).
d. Laporan Arus Kas, adalah suatu daftar informasi yang melaporkan penerimaan
dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu, serta darimana kas datang
dan bagaimana kas tersebut dibelanjakan. Di dalam laporan ini terdiri dari
beberapa bagian, yaitu: - Aktivitas Operasi, yang berhubungan dengan transaksi-transaksi yang
menghasilkan laba bersih. - Aktivitas Investasi, yang berkaitan dengan akun-akun dalam aktiva tetap.
- Aktivitas Pendanaan, yang berkaitan dengan akun kewajiban dan ekuitas
pemilik.
Berdasarkan pendapat Harry Supangkat (2005:43), pada dasarnya
perusahaan harus membuat tiga macam laporan keuangan, yaitu:
a. Neraca, adalah ringkasan mengenai posisi keuangan pada tanggal tertentu
yang menunjukkan Aktiva sama dengan Kewajiban ditambah Ekuitas. Aktiva
terdiri atas Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar, sedangkan Kewajiban
terdiri atas Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang. Definisi
lancar dan jangka pendek adalah periode yang kurang dari satu tahun,
sedangkan definisi tidak lancar dan jangka panjang adalah periode waktu yang
lebih lama dari satu tahun. Adapun Ekuitas adalah modal sendiri Pemilik yang
merupakan selisih antara nilai buku Aktiva dan Kewajiban.
b. Laporan Laba-Rugi, adalah ringkasan mengenai Pendapatan dan Biaya yang
selisih antara keduanya akan menunjukkan Laba atau Rugi yang diperoleh
perusahaan selama periode tertentu. Pembuatan Laporan Laba Rugi dilakukan
berdasarkan prinsip akrual di mana Pendapatan dan Biaya akan dicatat pada
saat terjadinya bukan pada saat diterima atau dibayarkannya.
c. Laporan Arus Kas, adalah ringkasan mengenai transaksi dalam bentuk kas
yang berasal dari tiga macam kegiatan yang dilakukan perusahaan, yaitu
Kegiatan Operasi, Kegiatan Investasi, dan Kegiatan Pendanaan
