Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan


Tujuan laporan keuangan menurut Penyataan Standar Akuntansi Keuangan
(2004) adalah:

  1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta
    perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermafaat bagi
    sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.
  3. Menunjukan kinerja yang telah dilakukan manajemen (stewardship),
    atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
    dipercayakan kepadanya.
    Menurut Penyataan Standar Akuntansi Keuangan (2004), laporan keuangan
    sangat bermanfaat bagi berbagai pihak, baik internal maupun eksternal
    perusahaan. Pemakai laporan keuangan tersebut meliputi:
  4. Investor/ pemegang saham
    Investor atau penanam modal mempunyai risiko terhadap modal yang
    baru atau akan ditanamkannya pada suatu perusahaan, begitu pula
    penasihat mereka yang berkepentingan dengan risiko dan hasil
    pengembangan dari investasi yang dilakukan. Dengan demikian, investor
    membutuhkan informasi untuk membantu dalam menentukan
    investasinya, apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi
    tersebut. Pemegang saham juga membutuhkan informasi yang
    membantu mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
    membayar deviden.
  5. Karyawan
    Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka
    membutuhkan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas
    perusahaan serta informasi yang memungkinkan mereka dapat menilai
    kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun
    dan kesempatan kerja.
  6. Pemberi pinjaman
    Pemberi pinjaman tertarik pada informasi keuangan yang
    memungkinkan mereka memutuskan apakah pinjaman serta bunganya
    dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  7. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
    Pemasok dan kreditor usaha lainnya berkepentingan dengan informasi
    yang memungkinkan mereka dalam pengambilan keputusan, apakah
    jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha
    berkepentingan pada perusahaan dalam jangka waktu yang relatif
    singkat dari pemberi pinjaman, kecuali sebagai pelanggan utama,
    mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  8. Pelanggan
    Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai
    kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam
    perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.
  9. Pemerintah
    Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya
    berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu
    berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan
    informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan
    pajak dan berbagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional
    dan statistik lainnya.
  10. Masyarakat
    Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan
    informasi kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran
    perusahaan serta rangkaian aktivitasnya