Kepemilikan Manajerial


Kepemilikan manajerial merupakah jumlah saham yang
dimiliki oleh manajemen perusahaan. Kepemilikan manajerial dapat
diukur dengan menghitung persentase saham yang dimiliki oleh
manajemen perusahaan dengan seluruh jumlah saham perusahaan yang
beredar. Salah satu mekanisme tata kelola perusahaan yang dapat
digunakan untuk mengurangi agency cost adalah dengan meningkatkan
kepemilkan saham oleh manajemen. Adanya hubungan keagenan
dengan pengendalian oleh agen dalam sebuah perusahaan cenderung
menimbulkan konflik keagenan. Konflik keagenan dapat
diminamalisir dengan menigkatkan jumlah saham yang dimiliki oleh
manajemen perusahaan (Fauziyah, 2014).
Semakin besar kepemilikan manajemen dalam perusahaan
maka manajemen akan cenderung untuk berusaha meningkatkan
kinerjanya untuk kepentingan pemegang saham dan untuk kepentingan
dirinya sendiri. Jensen dan Meckling, 1976 dalam Fauziyah (2014)
menyatakan bahwa kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen
dapat menyetarakan kepentingan pemegang saham dengan
kepentingan manajer sehingga konflik kepentingan antara pemegang
saham dan manajer dapat dikurangi.
Dari sudut pandang teori akuntansi, manajemen laba sangat
ditentukan oleh motivasi manajer perusahaan. Motivasi yang berbeda
akan menghasilkan besaran manajemen laba yang berbeda, seperti
antara manajer yang juga sekaligus sebagai pemegang saham dan
manajer yang tidak sebagai pemegang saham. Kepemilikan seorang
manajer akan ikut menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan
terhadap metode akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan, sehingga persentase tertentu kepemilikan saham oleh pihak
manajemen cenderung mempengaruhi tindakan manajemen laba
(Fauziyah, 2014).