Tahapan Pemberdayaan


Pemberdayaan dilakukan dalam tujuh tahap. Ini sejalan dengan apa
yang disebutkan Soekanto (1998 : 96) yaitu :
1) Tahap Persiapan
Untuk program atau kegiatan pemberdayaan berhasil, dua tahap
harus diselesaikan. Pertama, persiapan tenaga pemberdayaan yang
dapat dilakukan oleh karyawan masyarakat; kedua, persiapan
lapangan, yang biasanya dilakukan secara nondirektif.
2) Tahap Pengkajian ―Assessment”
Proses pengkajian ini dapat dilakukan secara individu atau
melalui kelompok masyarakat. Dalam hal ini, orang yang bekerja
harus mencoba menemukan masalah dan sumber daya klien. Oleh
karena itu, program tersebut mencapai tujuan yang tepat. Untuk
memastikan bahwa program dan kegiatan pemberdayaan berhasil,
tahap pengkajian sama pentingnya dengan tahap persiapan.
3) Tahap Perencanaan Alternatif Program atau Kegiatan
Pada tahap ini, petugas bertindak sebagai “agen pertukaran” dan
mencoba melibatkan warga dalam diskusi tentang masalah yang
mereka hadapi dan potensi solusi. Dalam situasi seperti ini,
masyarakat diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai program
dan inisiatif alternatif. Setiap program harus menjelaskan keuntungan
dan kerugiannya agar program tersebut dapat menunjukkan kegiatan
atau program yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
pemberdayaan.
4) Tahap Pemformalisasi Rencana Aksi
Pada titik ini, agen perubahan membantu setiap kelompok dalam
mengembangkan dan menetapkan rencana tindakan. Petugas juga
membantu menyusun ide-ide, terutama membuat proposal untuk
penyandang dana. Oleh karena itu, pemberi dana harus memahami
tujuan dan tujuan dari proyek yang akan dilaksanakan.
5) Tahap ―Implementasi‖ Program atau Kegiatan
Peran masyarakat sebagai kader diharapkan dapat memastikan
bahwa program pemberdayaan bertahan. Karena hal-hal yang sudah
direncanakan dengan baik terkadang menjadi kacau, hubungan antara
pengelola dan masyarakat menjadi penting. Saat ini, program harus
direncanakan terlebih dahulu agar pelaksanaannya lancar dan semua
orang tahu maksud, tujuan dan sasarannya.
6) Tahap Evaluasi
Proses evaluasi harus melibatkan partisipasi warga untuk
memantau dan mengubah program yang sedang berlangsung. Dengan
partisipasi warga, diharapkan dalam jangka pendek akan ada sistem
pengendalian intern lokal. Akhir sekali, mereka dapat menggunakan
sumber daya yang ada untuk berkomunikasi secara mandiri dengan
orang lain. Diharapkan evaluasi ini akan mengukur keberhasilan
program dan mengidentifikasi hambatan untuk mengatasi masalah
atau kendala di masa depan.
7) Tahap Terminasi
Langkah terminasi adalah langkah mengakhiri hubungan dengan
masyarakat. Pada titik ini, diharapkan program akan segera berakhir.
Artinya, orang yang berdaya dapat menata dirinya menjadi lebih baik
dengan mengubah keadaan masa lalu yang tidak dapat menjamin
kehidupan dirinya dan keluarganya.