Hubungan Modal Sosial Pada Knowledge SharingBehaviour


Kontribusi pada perdebatan tentang peran modal
sosial (Social Capital), penelitian Willem and Scarbrough
(2006) melakukan studi kualitatif di dua perusahaan Belgia.
Temuan analisis mengungkapkan bahwa modal sosial pada
umumnya cenderung meningkatkan berbagi pengetahuan
(Knowledge Sharing). Posisi individu dalam sebuah
organisasi memungkinkan mereka memiliki skala peluang
dan kemampuan untuk memberikan pengetahuan dan juga
menerima pengetahuan dari orang lain.
Penelitian Yu, et al (2013) menunjukkan bahwa
modal sosial di kedua tingkat tersebut (team level dan
individual level) secara bersama-sama mempengaruhi
berbagi pengetahuan explicit dan tacit. Selanjutnya, ketika
individu memiliki sentralitas tengah yang moderat dan
seluruh tim memiliki kepadatan jaringan yang moderat,
berbagi pengetahuan anggota tim dapat dimaksimalkan.
Temuan ini menawarkan pemahaman yang lebih
komprehensif dan tepat mengenai dampak multilevel modal
sosial terhadap perilaku berbagi pengetahuan anggota tim,
sehingga berkontribusi pada teori modal sosial, serta
penelitian dan praktik pengelolaan pengetahuan.
Mekanisme di mana modal sosial memanfaatkan
berbagi pengetahuan sangat banyak. Misalnya, norma dan
nilai yang melekat pada modal sosial dipandang sebagai
menciptakan keterbukaan, motivasi dan kemauan untuk
terlibat dalam pertukaran pengetahuan (Nahapiet and
Ghoshal, 1998). Lefebvre, et al (2016) dalam penelitianya
juga menunjukkan bahwa interaksi sosial dan modal sosial
kognitif secara positif dan signifikan terkait dengan berbagi
pengetahuan. Penelitian tersebut juga sejalan dengan
penelitian Willem and Scarbrough (2006) dan Chumg, et al
(2016) yaitu mengungkapkan bahwa modal sosial pada
umumnya cenderung meningkatkan berbagi pengetahuan.