Berbagi pengetahuan telah banyak mendapat
perhatian diantara banyak peneliti terlebih dalam bidang
bisnis (Doytchev and Hibberd, 2009; Wahlstrom, 2011).
Perilaku berbagi pengetahuan telah dibahas serius ditempat
kerja dengan mengkaitkan praktik-praktik dan strategi
dalam bisnis dan organisasi. Pada dasarnya prinsip berbagi
pengetahuan adalah proses yang dimaksudkan untuk
memperoleh pengalam dari orang lain. Pulakos, et al (2003)
menyebutkan bahwa berbagi pengetahuan mengacu pada
persiapan informasi pada tugas, pengetahuan untuk
berkolaborasi dengan orang lain untuk menfasilitasi orang
memecahkan masalah, menerapkan kebijakan atau
mengembangkan ide-ide baru.
Menurut Witherspoon, et al (2013) berbagi
pengetahuan adalah proses dalam manajemen pengetahuan
yang digunakan untuk membuat, memanen dan
mempertahankan proses bisnis. Berbagi pengetahuan juga
merupakan praktik pertukaran dan menyebarluaskan
gagasan, pengalaman dan pengetahuan dengan yang lain
untuk memastikan pengetahuan tersebut berlanjut untuk
mempertahankan bisnis dan organisasi. Sama seperti
Cabrera, et al (2006) pengetahuan yang dimiliki oleh
karyawan tertentu dalam bisnis harus dikeluarkan atau
ditularkan kepada karyawan lain agar nilainya disesuaikan.
Berbagi pengetahuan adalah segmen yang paling penting
dan merupakan tantangan manajemen pengetahuan
(Rahmatullah and Mahmood, 2013). Lebih dari itu,
Rahmatullah and Mahmoodand (2013) dan Alavi and
Leidner (2001) berbagi pengetahuan dapat direfleksikan
sebagai salah satu elemen paling utama dalam proses
manajemen pengetahuan dalam bisnis.
