Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan
dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan dengan
bawahan atau dengan sesama rekan kerja (Sedamayanti, 2001). Lingkungan kerja
non fisik ini tidak kalah pentingnya dengan lingkungan kerja fisik. Semangat kerja
karyawan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan kerja non fisik, misalnya
hubungan dengan sesama karyawan dan dengan pemimpinnya. Apabila hubungan
seorang karyawan dengan karyawan lain dan dengan pimpinan berjalan dengan
sangat baik maka akan membuat karyawan merasa lebih nyaman berada di
lingkungan kerjanya. Dengan begitu semangat kerja karyawan akan meningkat
dan kinerja juga ikut meningkat. Terdapat lima aspek lingkungan kerja non fisik
yang bisa mempengaruhi perilaku karyawan, yaitu.
a. Struktur Kerja, yaitu sejauh mana bahwa pekerjaan yang diberikan kepadanya
memiliki struktur kerja dan organsasi yang baik.
b. Tanggung jawab kerja, yaitu sejauh mana pekerja merasakan bahwa pekerjaan
mengerti tanggung jawab mereka serta bertanggungjawab atas tindakan
mereka.
c. Kerjasama atar kelompok, yaitu sejauh mana karyawan merasakan ada
kerjasama yang baik diantara kelompok kerja yang ada.
d. Kelancaran komunikasi, yaitu sejauh mana karyawan merasakan adanya
komunikasi yang baik, terbuka, dan lancar, baik antara teman sekerja ataupun
dengan pimpinan.
