Bentuk Modal sosial


Krishna dan Shrader (2000) menggambarkan modal sosial kognitif sebagai
sisi kurang nyata dari modal sosial, norma-norma kepercayaan,solidaritas dan
timbal balik. Modal sosial struktural, disisi lain mengacu pada komposisi, lingkup,
dan kegiatan lembaga tingkat lokal dan jaringan. Singkatnya, modal sosial
struktural mengacu pada apa yang dilakukan orang, sedangakan modal sosial
kognitif mengacu pada apa yang orang rasakan berkaitan dengan hubungan sosial
( Harpham et, al., 2000).
Pierre bourdieu dan Robeth Putnam adalah dua penulis yang dianggap
mempunyai pengaruh atau kontribusi teoritis modal sosial, Bourdieu menjadi
pendukung pendekatan individu dan Putnam memiliki pendekatan yang lebih
kolektif untuk modal sosial.

  1. Modal sosial individu
    Modal sosial individu (yaitu keterlibatan dalam jaringan sosial) dapat
    mempengaruhi kesehatan dan perilaku kesehatan dengan cara positif
    melalui dukungan sosial, pengaruh sosial, partisipasi sosial dan akses
    kesumber daya material. Perbaikan dan pemeliharaan kesehatan tidak hanya
    bergantung pada perilaku orang lain yang signifikan dan kemampuan untuk
    komunikasi berbuah dalam jaringan sosial. Ide-ide ini berhubungan dengan
    bidang intervensi jaringan sosial dalam promosi kesehatan.
  2. Modal sosial kolektif
    Dalam pendekatan kohesi sosial, modal sosial dipandang sebagai fitur
    karakteristik kolektif seluruh masyarakat. Hubungan potensial antara modal
    sosial kolektif dan kesehatan masih sangat diperdebatkan. Salah satu jalur
    yang mungkin adalah bahwa modal sosial memiliki peran mediasi antara
    ketimpangan pendapatan dan kesehatan.