- Modal Struktural
Modal struktural berupa interaksi sosial yang memfasilitasi
pertukaran sosial. Strutur jaringan, interaksi, informasi arus, berbagi
informasi dan komunikasi yang jujur merupakan pembahasan dari dimensi
struktural. Menurut (Lee W. j., 2015) aspek terpenting dari modal sosial
struktural yaitu arus informasi yang bebas, penyebaran informasi dan
berbagi satu sama lain. Dengan adanya arus informasi yang bebas dapat
meningkatkan kinerja perusahaan dan memfasilitasi kegiatan bisnis (Li &
Yan, 2013). Selain itu perusahaan dapat berpotensi memperoleh manfaat
dari modal sosial struktural (Chisholm & Nielsen, 2009). Modal Struktural
dalam jaringan antar perusahaan dapat bertindak sebagai saluran yang
membantu perusahaan untuk menyalurkan informasi dan sumber daya
eksternal yang tersedia dalam perusahaan (Ellis, 2011). Dengan informasi
dan sumber daya yang berharga dapat meningkatkan keterampilan
manajerial, kemampuan, dan pengetahuan pasar (Kale, Singh, & Perlmutter,
2000). Efisiensi dan efektivittas akses ke sumber daya dapat dipengaruhi
dengan adanya modal sosial struktural yang berkualitas tinggi ( (Villena,
Revilla, & Choi, 2011) selain itu memiliki implikasi penting bagi
keberhasilan perusahaan (Nahapiet & Ghoshal, 1998). Dilihat dari sisi lain,
modal sosial struktural dapat membantu peserta untuk mengeksploitasi
peluang yang tidak dikenal (Walter, Auer, & Ritter, 2006). Perusahaan
harus mampu menjaga hubungan sosial yang erat dengan mitra rantai
pasokan mereka, karena hal tersebut merupakan salah satu untuk mencapai
dan mempertahankan modal sosial struktural yang berkualitas tinggi ( (Tsai
& Ghoshal, 1998); (Yli‐Renko, Autio, & Sapienza, 2001)). - Modal Sosial Relasional
Modal Sosial Relasional fokus terhadap kualitas atau kekuatan
hubungan antara aktor dan dapat dilihat dari kepercayaan, rasa hormat,
kewajiban, timbal balik dan persahabatan ( (Moran, 2005); (Tsai & Ghoshal,
1998); (Villena, Revilla, & Choi, 2011) ). Dimensi modal sosial relasional
adalah sebuah hubungan berdasarkan kepercayaan, norma, kewajiban dan
sanksi, ekspektasi dan identifikasi (Nahapiet & Ghoshal, 1998). Dimensi
relasional mengacu pada sifat dan jenis hubungan berdasarkan pada
kepercayaan serta pertukaran sosial dengan adanya saling percaya,
kewajiban, harapan, adanya rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap satu
sama lain (Mohammad, 2012). Kepercayaan merupakan pandangan aktor
bahwa seseorang yang melakukan tindakan sesuai demgan sudut pandang
aktor yang bersangkutan (Grace, Rosaira, & Prihadyanti, 2008). - Modal Sosial Kognitif
Dimensi kognitif melibatkan komitmen pada tujuan perusahaan
dalam jaringan sosial. (Sacconi & Degli Antoni, 2009). Dimensi ini yang
menangkap konsep norma bersama, makna dan nilai serta diharapkan untuk
mempengaruhi perkembangan modal sosial dan membangun hubungan
(Muniady, Mamun, Mohamad, Permarupan, & Zainol, 2015). Hubungan
dapat dikembangkan menjadi lebih kuat dengan norma dan nilai bersama
(Moran, 2005). Menurut (Arregle, Hitt, & Very, 2007) dimensi kognitif
berhubungan dengan visi dan keyakinan bersama serta tujuan dan aspirasi
bersama yang mendorong anggota dengan jejaring sosial untuk bertukar
informasi secara bebas. Tidak jauh beda dengan yang dikatakan ( (Carey &
Krause, 2011); (Tsai & Ghoshal, 1998); (Villena, Revilla, & Choi, 2011))
bahwa elemen kunci dari modal kognitif adalah visi, nilai, ambisi dan tujuan
bersama, budaya dan gaya manajerial yang serupa dan kompatibel filosofi
dengan mitra rantai pasokan.
