Indikator kualitas produk menurut Kotler and Armstrong dalam Shandy
Widjoyo Putro (2014:3) menyatakan kualitas produk sebagai “the ablity of a
product to perform its functions. Its includes the product’s overall durability,
reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes”.
Artinya kualitas produk berhubungan erat dengan kemampuan produk untuk
menjalankan fungsinya yaitu diantaranya:
- Keseluruhan Produk,
- Keandalan,
- Ketepatan,
- Kemudahan Pengoperasian,
- Atribut Bernilai Lainnya.
Sedangkan menurut Vandaliza (2007) dalam Agus Irwanto (2013:86),
kualitas terdiri dari dua elemen utama, yaitu: (1) sejauh mana produk dan jasa
dapat memenuhi kebutuhan konsumen (2) sejauh mana produk atau jasa bebas
dari adanya cacat atau kerusakan (deficiencies).
Sedangkan menurut Indra Aditia dalam Utari Wijayati dan Rahma
Wahdiniwaty (2016: 16) menyatakan bahwa indikator atau dimensi pengukuran
variabel kualitas produk yaitu Performance (kinerja/fungsi produk), Reliability
(kehandalan suatu produk), Feature (fitur), Durability (keawetan), Consistency
(kemantapan suatu produk) dan Design (bentuk/kemasan produk).
Menurut John C Mowen (2001:91) menyatakan bahwa indikator kualitas
produk adalah sebagai berikut: - Kinerja: kinerja utama dari karakteristik pengoperasian
- Fitur: jumlah panggilan dan tanda sebagai karakteristik utama
tambahan - Reliabilitas: probabilitas kerusakan atau tidak berfungsi
- Daya tahan: umur produk
- Pelayanan: mudah dan cepat diperbaiki
- Estetika: bagaimana produk dilihat, dirasakan dan di dengar
- Sesuai dengan spesifikasi: setuju akan produk yang menunjukan tanda
produksi - Kualitas penerimaan: kategori tempat termasuk pengaruh citra merek
dan faktor-faktor tidak berwujud lainnya yang dapat memengaruhi
persepsi konsumen atas kualitas.
