Informasi merupakan sebuah data baik itu dalam bentuk fisik atau bukan
yang diterima oleh seseorang untuk kemudian diberikan umpan balik.
Sedangkan informasi menurut Budi Sutedjo (2002:168) : “Informasi
merupakan hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem
tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan
yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada”
jadi sistem merupakan suatu proses dimana data tersebut diberikan kepada
informan dari sebuah sistem kemudian dipahami dan selanjutnya data tersebut
diberikan umpan balik berupa kritik taupun saran. Menurut pendapat yang
dikemukakan rochaety dkk (2013:6) kualitas sistem informasi tergantung dari
tiga hal yaitu informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan;
a) Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan
dan tidak bisa menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus
jelas mencerminkannya maksudnya informasi harus akurat
karena sumber dari informasi sampai ke penerima informasi
kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah
atau merusak informasi tersebut.
b) Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak
boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan
mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakanm landasan
didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan
terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa
ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya
informasi tersebut didapat sehingga di perlukan teknologiteknoligi mutakhir untuk mendapatkannya, mengolah, dan
mengirimkannya
c) Relevan, berarti sebuah informasi tersebut mempunyai manfaat
untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang
satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi
mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi akuntan
perusahaan adalah kurang relevab dan akan lebih relevan bila
ditunjukkan kepada ahli tekhnik perusahaan
