Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja


Menurut Hasibuan (2013:194) pada dasarnya banyak faktor yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi, diantaranya:

  1. Tujuan dan kemampuan
    Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan.
    Tingkat akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menentang
    bagi kemampuan karyawan.
  2. Teladan pemimpin
    Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan tingkat kedisiplinan
    karyawan, karena pemimpin dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya.
    Dengan teladan pimpinan yang baik, kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik.
    Sebaliknya jika teladan pimpinan kurang baik maka para bawahan pun akan kurang
    disiplin.
  3. Balas jasa
    Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut mempengaruhi tingkat disiplin
    karyawan. Karena, balas jasa akan memberikan semangat dan kepuasan terhadap
    perusahaan atau pekerjaannya. Kedisiplinan karyawan tidak mungkin baik apabila
    balas jasa yang mereka terima kurang memuaskan untuk memenuhi kebutuhan
    hidupnya bersama keluarga, sebaliknya jika balas jasa yang diberikan karyawan
    memuaskan layak dan adil besar kemungkinan kedisiplinan karyawan dapat
    berjalan dengan baik.
  4. Keadilan
    Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan. Karena,
    keadilan yang dijadikan dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa atau
    hukuman akan memicu terciptanya kedisiplinan yang baik. Dengan keadilan yang
    baik, akan tercipta kedisiplinan yang baik pula. Jadi, keadilan harus diterapkan
    dengan baik pada perusahaan supaya kedisiplinan karyawan meningkat.
  5. Pengawasan melekat
    Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata paling efektif dalam
    mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan. Dengan waskat, atasan secara
    langsung dapat mengetahui kemampuan dan kedisiplinan setiap individu
    bawahannya, sehingga kondisi setiap bawahan dinilai objektif. Jadi, waskat
    menuntut adanya kebersamaan aktif antara atasan dan bawahan dalam mencapai
    tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dengan kebersamaan aktif itulah,
    maka dapat terwujud kerjasama yang baik dan harmonis dalam perusahaan yang
    mendukung terbinanya kedisiplinan karyawan yang baik.
  6. Sanksi hukuman
    Sanksi hukuman berperan dalam memelihara kedisiplinan karyawan. Berat
    ringannya sanksi hukuman yang diterapkan akan mempengaruhi baik buruknya
    kedisiplinan karyawan. Sanksi dan hukuman seharusnya tidak terlalu ringan atau
    terlalu berat supaya hukuman itu tetap mendidik karyawan untuk mengubah
    perilakunya. Sanksi hukum hendaknya cukup wajar untuk setiap tingkatan
    indisipliner, bersifat mendidik dan menjadi alat motivasi untuk membina
    kedisiplinan dalam perusahaan.
  7. Ketegasan
    Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi
    kedisiplinan karyawan perusahaan. Pimpinan harus berani dan tegas bertindak
    untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukum
    serta peraturan yang telah diterapkan oleh perusahaan.
  8. Hubungan kemanusiaan
    Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama karyawan ikut
    menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan. Manajer harus
    berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi serta meningkat
    vertikal maupun horizontal diantara semua karyawannya. Terciptanya hubungan
    manusia yang serasi akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyama