Jenis-jenis Laporan Keuangan


Laporan keuangan tahunan merupakan laporan yang sangat penting bagi
perusahaan karena didalam laporan keuangan terdapat suatu informasi keuangan
keuangan perusahaan, saat usaha semakin meningkat dan membutuhkan modal,
ingin mengajukan pinjaman ke bank, maka laporan keuangan perusahaan yang akan
dilihat perbankan. Menurut Sugiyono dan Untung (2016:1),”informasi tentang
kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan sangat berguna berbagai pihak, baik
pihak-pihak didalam (internal) maupun diluar (eksternal) perusahaan. Setiap
laporan keuangan memiliki peranan masing-masing sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Menurut Kasmir (2018:58), ada 5 jenis laporan keuangan yaitu:

  1. Neraca (Balance Sheet)
    Neraca merupakan laporan yang menunjukkan jumlah aktiva (harta),
    kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat
    tertentu.
  2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
    laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan kondisi usaha
    dalam suatu periode tertentu yang tergambar dari jumlah pendapatan yang
    diterima dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah
    perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.
  3. Laporan Perubahan Modal
    Laporan Perubahan Modal menggambarkan jumlah modal yang dimiliki
    perusahaan saat ini serta sebab-sebab berubahnya modal.
  4. Laporan Arus Kas
    Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang
    berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengalaman langsung
    atau tidak langsung terhadap kas.
  5. Laporan Catatan atas Laporan Keuangan
    Laporan Catatan atas Laporan Keuangan merupakan lapotan yang dibuat
    berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan.