Kurangnya pengendalian pada persediaan dapat mengakibatkan
terjadinya kekurangan persediaan (stockout) maupun kelebihan persediaan
(over stock) barang. Kekurangan persediaan dapat mengakibatkan kegagalan
pengiriman, hilangnya penjualan, pelanggan yang tidak puas, dan
terhambatnya produksi. Sedangkan jika terjadi kelebihan persediaan (over
stock) maka akan timbul resiko-resiko yang dihadapi oleh perusahaan, seperti
tingginya biaya penyimpanan dan investasi yang tertahan, karena semakin
besar tingkat persediaan maka semakin besar pula biaya penyimpanan yang
harus dikeluarkan perusahaan.
Menurut Ardiyos ( 2012:11 ) yaitu :
- Pengendalian internal merupakan sebuah sistem yang disusun, sehingga
antara bagian yang satu akan mengawasi bagian yang lainnya. - Pengedalian internal merupakan suatu pengujian kebenaran yang dilakukan
dengan mencocokkan angka-angka & transaksi yang dilakukan oleh petugas
yang berbeda. Mekanisme pengawasan atau pengendalian intern yang
diasosiasikan dengan para personil dan kegiatannya, dimaksudkan untuk
mencegah atau menghindari terjadinya berbagai peristiwa dan keadaan yang
berakibat timbulnya unefisiensi operasi manajemen. - Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Kebijaksanaan peraturan
dan prosedur-prosedur pelaksanaan itu ditetapkan oleh manajemen sebagai
alat untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan. Sistem pengendalian
intern berserta mekanismenya diciptakan untuk manajemen bahwa semua
kebijakan, peraturan dan prosedur – prosedur yang ditetapkan itu selalu
dipatuhi oleh perusahaan.
