Diketahui bahwa persediaan dapat dibedakan menurut fungsinya, tetapi
perlu kita ketahui bahwa persediaan itu merupakan cadangan dan karena itu
harus dapat digunakan secara efisien. Disamping perbedaan menurut fungsi,
persediaan dapat dibedakan atau dikelompokan menurut jenis dan posisi
barang tersebut didalam urutan pengerjaan produk, setiap jenis mempunyai
karakteristik khusus tersendiri dan cara pengelolaannya yang berbeda.
Menurut Heizer dan Render (2015:554) berdasarkan proses produksi,
persediaan terbagi menjadi empat jenis, yaitu:
1) Persediaan bahan mentah (raw material inventory) adalah bahan–bahan
yang telah dibeli tetapi belum diproses. Bahan-bahan dapat diperolah dari
sumber alam atau dibeli dari supplier (penghasil bahan baku).
2) Persediaan barang setengah jadi (work in process) atau barang dalam proses
adalah komponen atau bahan mentah yang telah melewati sebuah proses
produksi/telah melewati beberapa proses perubahan, tetapi belum selesai
atau akan diproses kembali menjadi barang jadi.
3) Persediaan pasokan pemeliharaan/perbaikan/operasi/MRO (maintenance,
repair, operating) yaitu persediaan–persediaan yang disediakan untuk
pemeliharaan, perbaikan, dan operasional yang dibutuhkan untuk menjaga
agar mesin–mesin dan proses –proses tetap produktif.
4) Persediaan barang jadi (finished good inventory) yaitu produk yang telah
selesai di produksi atau diolah dan siap dijual.
