Persepsi Risiko


Persepsi risiko adalah pandangan atau penilaian seseorang terhadap situasi
yang beresiko, penilaian tersebut tergantung dengan karakteristik psikologis
seseorang (Pradikasari & Yuyun, 2018). Menurut Dewi (2014) dalam (Mahwan &
Herawati, 2021) persepi risiko merupakan suatu pandangan yang dimiliki oleh
seorang investor untuk melihat segala risiko yang mungkin akan diterima apabila
mengambil keputusan untuk berinvestasi. Persepsi risiko dalam penelitian Permata
& Mulyani (2020) mengarah kepada keputusan subjektif yang dilakukan oleh
investor tentang karakteristik dan besarnya risiko yang akan dihadapi.
Kegiatan investasi tidak akan terlepas dari risiko. Hanya saja tingkat risikonya
bisa berbeda-beda tergantung dengan tingkat pengembalian investasi yang dipilih
investor. Risiko merupakan besar tingkat penyimpangan antara tingkat
pengembalian yang ingin diharapkan dengan tingkat pengembalian yang telah
diperoleh secara nyata, apabila tingkat pengembalian semakin besar, maka semakin
besar pula risiko yang akan diperoleh (Halim, 2003: 38). Risiko yang sering kali
dihadapi saat berinvestasi saham adalah risiko penurunan harga saham (capital
loss), tidak mendapatkan dividen dan risiko likuidasi. Meskipun setiap orang
memiliki pandangan yang berbeda mengenai risiko serta memiliki kemampuan
kemampuan yang berbeda untuk menanggung risiko, namun mereka cenderung
mengharapkan return yang sesuai.
Kesiapan seorang investor dalam menghadapi risiko ditentukan oleh persepsi
mereka terhadap risiko. Kesiapan yang dimiliknya berikatan erat dengan potensi
kerugian atau keuntungan di masa mendatang. Persepsi risiko memiliki keterkaitan
dengan pengambilan keputusan investasi, persepsi risiko akan memberikan
gambaran mengenai karateristik seorang investor. Menurut Samsul (2006) investor
dapat dikategorikan menjadi 3 tipe berdasarkan risiko, yaitu sebagai berikut:
a. Risk Seeker
Risk seeker atau risk taker merupakan tipe investor yang berani
mengambil risiko. Tipe investor ini tentu saja berada di garis depan
17
dalam pilihan instrumen investasi yang memiliki risiko yang tinggi
karena termotivasi mendapatkan retrun yang tinggi.
b. Risk Averse
Tipe investor ini merupakan tipe yang tidak menyukai risiko dan
menghindari risiko. Tipe investor ini nyaman dengan keamanan modal
investasi serta hasil yang pasti karena tidak mau mengambil risiko.
c. Risk Moderat
Tipe investor ini merupakan tipe yang mulai berani mengambil
risiko meski dalam porsi yang masih medium karena menyadari akan
potensi kerugiannya jika memilih intestasi yang beresiko tinggi
Adapun Indikator persepsi risiko dalam penelitian ini adalah adannya risiko
tertentu, investasi memiliki risiko yang tinggi, keputusan investasi beresiko dan
mengalami kerugian