Herding


Herding berasal dari kata herd yang artinya sekumpulan. Kata herd atau
herding pada dasarnya digunakan untuk menunjukan pada sekumpulan binatang
seperti: burung, ikan, atau bebek yang bertindak atau bergerak secara bersama.
Menurut Supramono et al., (2018) selain binatang manusia juga dapat melakukan
herding, perilaku herding menunjukan bagaimana dalam suatu kelompok dapat
bertindak bersama-sama tanpa adanya arahan dan perintah yang sama.
Perilaku herding merupakan bagian dari ilmu behavior finance atau perilaku
keuangan yang menjelaskan bagaimana faktor psikologi dapat mempengarui
keputusan. Dalam bidang keuangan, perilaku herding biasanya ditunjukan oleh
kecenderungan investor yang memilih jenis investasi yang sama atau dengan kata
lain keputusan didasarkan pada keputusan investor lainnya. Herding merupakan
perilaku investor yang cenderung mengikuti investor lain dalam berinvestasi
(Ramashar et al., 2022). Investor yang tergolong kedalam perilaku herding memiliki
maksud yang jelas untuk mengabaikan informasi yang mereka miliki dan meniru
investor lainnya untuk melakukan trading yang sama (Viriginieni & Rao, 2017).
Menurut Chang, et al., (2000) ada empat alasan mengapa perilaku herding
dapat terjadi di pasar modal, alasan tersebut antara lain:
a. Investor mengolah informasi yang sama
b. Kemampuan investor
c. Investor mengikuti valuasi harga saham dari investor lain karena ada
tekanan peer pressure antar sesama investor.
Seorang investor dapat mudah terpengaruh apabila memiliki karakter herding
yang tinggi. Investor tersebut akan dengan mudah mengikuti kebijakan investor lain
apabila investor tersebut memiliki perilaku herding yang tinggi sedangkan seorang
investor tidak akan mudah terpengaruh dengan kebijakan kebijakan investasi yang
dimiliki investor lain apabila investor tersebut memiliki perilaku herding yang
rendah (Kumar & Goyal, 2015).
Adapun indikator herding dalam penelitian ini adalah pemilihan jenis investasi
berdasarkan keputusan investor lain, keputusan membeli dan menjual berdasarkan
keputusan investor lain, dan reaksi terhadap perubahan pasar