Teori motivasi manusia yang dikembangkan oleh Maslow dalam Mathis
(2006) mengelompokkan kebutuhan manusia menjadi lima kategori yang naik
dalam urutan tertentu. Sebelum kebutuhan lebih mendasar terpenuhi, seseorang
tidak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Hierarki Maslow
yang terkenal terdiri atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan dan
keamanan, kebutuhan akan kebersamaan dan kasih sayang, kebutuhan akan
aktualisasi diri. Aspek keuangan dianggap sebagai satu-satunya cara dalam
memotivasi karyawan dan membeuat karyawan merasa dihargai. Kenyataannya,
aspek keuangan bukan merupakan satu-satunya cara untuk membuat karyawan
merasa puas seutuhnya dengan peran mereka selama ini. Berikut ini merupakan
teori-teori yang termasuk dalam teori motivasi kerja:
- Teori Kebutuhan Maslow
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Maslow (1954) pada intinya
berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau
hierarki kebutuhan, yaitu:
a. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs)
Tingkatan ini berhubungan dengan kebutuhan primer yang tidak
dipelajari. Kebutuhan tersebut seperti: rasa lapar, haus dan
istirahat.
b. Kebutuhan akan rasa aman (safety needs)
Maslow menekankan bahwa keamanan tidak dalam arti fisik
semata, akan tetapi juga mental, psikologikal, dan intelektual.
c. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs)
Tingkatan ini berhubungan dengan kebutuhan afeksi dan afiliasi.
d. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs)
Kebutuhan ini pada umumnya tercermin dalam berbagai simbolsimbol status.
e. Aktualisasi diri (self actualization)
Kebutuhan aktualisasi ini dalam arti tersedianya kesempatan bagi
seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam
dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
