Motivasi karyawan mempengaruhi produktivitas kerja, dan sebagian
pekerjaan manajer adalah untuk menyalurkan motivasi ke arah pemenuhan tujuan
organisasi. Menurut pendapat Daft (2002) studi tentang motivasi membantu
manajer memahami apa yang mendorong orang untuk memulai tindakan, apa
pengaruh pilihan tindakan mereka, dan mengapa merek mempertahankan tindakan
tersebut sepanjang waktu.
Menurut pendapat Ishak & Tanjung Hendri (2003) sesuatu yang dikerjakan
karena ada motivasi yang mendorongnya akan membuat orang senang
mengerjakannya. Orang pun akan merasa dihargai atau diakui, hal ini terjadi karena
pekerjaannya itu betul-betul berharga bagi orang yang termotivasi, sehingga orang
tersebut akan bekerja keras. Hal ini dimaklumi karena dorongan yang begitu tinggi
menghasilkan sesuai target yang mereka tetapkan. Kinerjanya akam dipantau oleh
individu yang bersangkutan dan tidak akan membutuhkan terlalu banyak
pengawasan serta semangat juangnya akan tinggi.
