Indikator Perencanaan Karier


Menurut Sondang P. Siagian (2014:206) disebutkan bahwa yang paling
berkepentingan dalam perencanaan karier adalah para pegawai yang bersangkutan
sendiri. Agar dapat menentukan jalur karier, tujuan karier dan pengembangan karier
yang dapat mereka tempuh, para pegawai perlu mempertimbangkan lima indikator
perencanaan karir :
a. Perlakuan yang adil dalam berkarier. Artinya perlakuan yang adil itu
bisa terwujud apabila kriteria promosi didasarkan pada pertimbangan- pertimbangan yang obyektif, rasional dan diketahui secara luas
dikalangan pegawai.
b. Kepedulian para atasan langsung. Artinya bahwa atasan langsung
memperhatikan kepada setiap stafnya dengan memberikan umpan balik
kepada para stafnya sehingga mereka mengetahui potensi yang perlu
dikembangkan dan kelemahan yang perlu diatasi.
c. Informasi tentang berbagai peluang promosi. Artinya bahwa para
pegawai mempunyai akses informasi dan peluang yang sama sehingga
apabila ada posisi jabatan yang kosong dapat di isi melalui proses seleksi
internal secara kompetitif. Hal ini dimaksudkan agar prinsip keadilan
dan kesamaan kesempatan berlaku sama.
d. Minat untuk dipromosikan. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa minat
untuk dipromosikan untuk perencanaan karir adalah sangat
indivisualistik sifatnya, oleh karena itu pendekatan yang paling tepat
adalah pendekatan yang fleksibel dan proaktif artinya, bahwa minat
untuk dipromosikan hendaknya dilihat dari sudut pandang yang realistis
karena banyak pula pegawai yang tidak berkeinginan untuk
dipromosikan dengan pertimbangan usia, tanggung jawab dan sifat
pekerjaannya.
e. Tingkat Kepuasan. Artinya bahwa tingkat kepuasan seseorang adalah
suatu hal yang relatif oleh karena itu sebagai ukuran hendaknya
seseorang bisa puas karena mengetahui bahwa apa yang dicapainya itu
sudah merupakan hasil yang maksimal