Efikasi diri diperkenalkan pertama kali oleh Bandura yang menyajikan satu
aspek pokok dari teori kognitif sosial. Bandura (Feist & Feist 2011:488)
mendefinisikan self efficacy sebagai keyakinan seseorang akan kemampuan mereka
untuk melakukan suatu pekerjaan pada tingkat kinerja tertentu atau untuk mencapai
suatu hasil yang telah diharapkan sehingga akan mempengaruhi situasi kehidupan
mereka. Efikasi memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,
seseorang akan mampu menggunakan potensi dirinya secara optimal apabila efikasi
diri mendukungnya. Efikasi diri merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang
diri atau self knowledge yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia sehari- hari karena efikasi yang dimiliki ikut memengaruhi individu dalam menentukan
tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, termasuk di dalamnya
perkiraan terhadap tantangan yang akan dihadapi. Efikasi diri memimpin untuk
menentukan cita-cita yang menantang dan tetap bertahan dalam menghadapi
kesulitan-kesulitan. Seseorang dengan self efficacy yang tinggi akan mampu
mengatasi segala persoalan yang mengancam keberadaannya. Efikasi diri
merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri atau self knowledge yang
paling berpengaruh dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Robbins (2007:180) menyebutkan bahwa efikasi diri, yang juga dikenal
dengan teori kognitif sosial, atau teori penalaran sosial, merujuk pada keyakinan
individu bahwa dirinya mampu menjalankan suatu tugas. Semakin tinggi efikasi
diri, semakin yakin pada kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau mengerjakan
sesuatu. Efikasi diri adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang
baik atau buruk, efikasi ini berbeda dengan aspirasi, karena cita-cita
menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya dapat dicapai, sedangkan
efikasi diri menggambarkan penilaian kemampuan diri (Alwisol, 2009:287).
Self efficacy adalah salah satu aspek pengetahuan tentang diri atau self
knowledge yang memberikan pengaruh pada kehidupan sehari-hari manusia. Self
efficacy merupakan keyakinan yang dimiliki oleh individu dalam menyelesaikan
tugas atau masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya (Lunnenburg, 2011). Self
efficacy juga berpengaruh bagi individu dalam bertindak dan membuat keputusan
untuk mencapai tujuannya. Motivasi diri yang timbul dalam diri seseorang didorong
oleh rasa percaya akan kemampuan yang dimiliki daripada sesuatu yang benar
secara objektif (Medhayanti, 2015). Self efficacy juga merupakan bagian dari
pengetahuan mengenai diri sendiri yang mampu memberikan pengaruh pada
kehidupan sehari–hari manusia. Self efficacy dapat dikatakan sebagai faktor
personal yang membedakan setiap individu dan perubahan self efficacy dapat
menyebabkan terjadinya perubahan perilaku terutama dalam penyelesaian tugas
dan tujuan (Trilolita dkk., 2017).
Masraroh (2012) mengungkapkan, keyakinan seseorang dalam self-efficacy
tidak terkait dengan seberapa banyak kemampuan yang dimiliki seseorang namun
terkait dengan keyakinan apa yang dapat dilakukan dengan kemampuan yang
dimiliki dalam berbagai kondisi.
Kilapong (2013) menyatakan self efficacy yang tinggi akan membuat
karyawan lebih optimis dalam menyelesaikan pekerjaan yang di bebankan namum
begitu juga sebaliknya apabila karyawan memiliki self efficacy yang rendah maka
karyawan tersebut akan merasa kurang percaya diri dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Self efficacy dapat dikatakan sebagai faktor personal yang
membedakan setiap individu, dimana perubahan self efficacy dapat menyebabkan
perubahan perilaku terutama dalam penyelesaian tugas dan tujuan (Indrawati,
2014). Lunnenburg (2011) menyatakan bahwa karyawan dengan self efficacy yang
tinggi akan mampu meningkatkan prestasi kerja dari karyawan itu sendiri.
