Menurut Nawawi (2005) pengembangan karir adalah dorongan (motivasi)
untuk maju dalam bekerja di lingkungan suatu organisasi/perusahaan. Dengan
demikian berarti juga merupakan motivasi untuk mewujudkan karir yang sukses.
Menurut Mondy (2008) pengembangan karir formal berperan penting untuk
memelihara angkatan kerja yang termotivasi dan berkomitmen. Dengan adanya
program pengembangan karir, dapat lebih meningkatkan dorongan atau motivasi
kepada karyawan untuk lebih berprestasi dan memberikan kontribusi yang maksimal
kepada perusahaan. Hal ini terjadi dikarenakan bahwa motivasi seseorang akan timbul
apabila pengembangan karir yang ada disebuah perusahaan sudah ada dan jelas untuk
dapat dilaksanakan (Ekayadi, 2009). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Isyanto dkk
(2013) dan Nugroho dan Kunartinah (2012) menyatakan bahwa pengembangan karir
berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja.
Menurut Martoyo (2000) sangat penting untuk disadari oleh setiap pimpinan
dalam suatu organisasi, adanya teknik-teknik untuk dapat memelihara prestasi dan
kepuasan kerja karyawan, antara lain adalah memberikan motivasi (dorongan).
Kemudian menurut Robbins (2006) menyatakan bahwa motivasi merupakan suatu
kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam mencapai tujuan organisasi yang
dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk memuaskan beberapa kebutuhan individu.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nugroho dan Kunartinah (2012) dan
Sapila (2013) menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja
