Hubungan Pengembangan Karir dengan Kepuasan Kerja


Dessler (1997) berpendapat bahwa dengan adanya perencanaan dan
pengembangan karir, keuntungan yang jelas bagi pegawai adalah kepuasan,
pengembangan pribadi, dan kehidupan kerja yang berkualitas. Beberapa manfaat
strategik yang mungkin diperoleh dari pelatihan dan pengembangan mencakup
kepuasan karyawan, meningkatnya semangat, tingkat retensi yang lebih tinggi,
turnover yang lebih rendah, perbaikan dalam penarikan karyawan, hasil akhir yang
lebih baik, dan kenyataan bahwa para karyawan yang puas akan menghasilkan para
pelanggan yang puas (Mondy, 2008).
Hendaknya pimpinan lebih memberikan perhatian berupa penghargaan yang
dapat diwujudkan dalam bentuk pujian atas prestasi atau bonus. Sedangkan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan perlu diberi pelatihan. Hal
tersebut berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja karyawan (Ekayadi, 2009).