Dalam buku Munandar (2010) yang berjudul Psikologi Industri, terdapat
beberapa teori-teori kepuasan kerja, yaitu :
- Teori Pertentangan (Disperancy Theory)
Teori pertentangan dari Locke menyatakan bahwa kepuasan atau
ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan
penimbangan dua nilai: pertentangan yang dipersepsikan antara apa yang
diinginkan seseorang individu dengan apa yang ia terima, pentingnya apa yang
diinginkan bagi individu. Kepuasan kerja secara keseluruhan bagi seorang
individu adalah jumah dari kepuasan kerja dari setiap aspek pekerjaan dikalikan
dengan derajat pentingnya aspek pekerjaan bagi individu.
Menurut Locke, seorang individu akan merasa puas atau tidak puas
merupakan sesuatu yang pribadi, tergantung bagaimana ia mempersepsikan
adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan-keinginannya dan hasilkeluarannya. - Model dari Kepuasan Bidang/Bagian (Facet Satisfaction)
Model Lawler dari kepuasan bidang berkaitan erat dengan teori keadilan
dari Adams. Menurut model Lawler orang akan puas dengan bidang tertentu
dari pekerjaan mereka (misalnya dengan rekan kerja, atasan, gaji) jika jumlah
dari bidang mereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan kerja
mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara actual
mereka terima.
Menurut Lawler, jumlah dari bidang yang dipersepsikan orang sebagai
sesuai tergantung dari bagaimana orang mempersepsikan masukan pekerjaan,
ciri-ciri pekerjaannya dan bagaimana mereka mempersepsikan masukan dan
keluaran dari orang lain yang dijadikan pertimbangan bagi mereka. Tambahan
lagi, jumlah dari bidang yang dipersepsikan orang dari apa yang secara actual
mereka terima tergantung dari hasil-keluaran yang secara actual mereka terima
dan hasil-keluaran yang dipersepsikan dari orang dengan siapa mereka
bandingkan diri mereka sendiri. - Teori Proses-Bertentangan (Opponent-Process Theory)
Teori proses-bertentangan dari Landy memandang kepuasan kerja dari
perspektif yang berbeda secara mendasar daripada pendekatan yang lain. Teori
ini menekankan bahwa orang ingin mempertahankan suatu keseimbangan
emosional (emotional equilibrium).
Teori proses-bertentangan mengasumsikan bahwa kondisi emosional
yang ekstrim tidak memberikan kemaslahatan. Kepuasan atau ketidakpuasan
kerja (dengan emosi yang berhubungan) memacu mekanisme fisiologikal
dalam sistem pusat syaraf yang membuat aktif emosi yang bertentangan atau
berlawanan. Di hipotesiskan bahwa emosi yang berlawanan, meskipun lebih
lemah dari emosi yang asli, akan terus ada dalam jangka waktu yang lebih lama.
